PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI PERPUSTAKAAN UIN AR-RANIRY TERHADAP MINAT BACA

Penulis : Nurhabibah., S.Ag.,S.IPI

Abstrak

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberikan efektifitas dan efisiensi bagi manusia dalam melakukan kegitannya sehari hari. Dalam dunia pendidikan,kehadiran teknologi sangat membantu mahasiswa dan sivitas akademika untuk mengkases informasi untuk keperluan pengajaran.Namun pada kenyataannya, kemudahan yang ditawarkan teknologi sering salah dimanfaatkan oleh mahasiswa, seperti kecenderungan copy-paste, kurang selektif dalam mencari informasi dan bahkan cenderung menurunnya minat baca. Berdasarkan pada fenomena tersebut, artikel ini tertarik untuk mengkaji bagaimana pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap minat baca mahasiswa?Untuk menjawab persoalan ini, penelitian ini menggunkan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Sampel penelitian yang digunakan adalah mahasiwa  yang berkunjung ke perpustakaan UIN Ar-Raniry..Hipotesis penelitian ini adalah penerapan teknologi informasi di perpustakaan berpengaruh positif terhadap peningkatan minat baca mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas berbasis teknologi informasi dapat meningkatkan minat baca mahasiwa.

Kata Kunci: Teknologi informasi, Minat Baca, Mahasiswa (Pemustaka)

Pendahuluan

Mahasiswa adalah agent of change atau secara sederhana dapat disebut sebagai agen atau pelaku perubahan. Mahasiswa dituntut membawa perubahan kepada masyarakat pada tataran mikro maupun makro. Oleh sebab itu sudah semestinya seseorang mahasiswa memiliki pengetahuan yang mapan dan luas. Dasar-dasar pemerolehan ilmu pengetahuan ini dapat diperoleh dalam pendidikan formal dan informal. Tidak hanya itu, dewasa ini mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mencari ilmu pengetahuan. Membaca merupakan keterampilan bahasa yang resepsif yang mana sebagai salah satu cara menerima informasi yang bermanfaat. Sebelum memproduksi sebuah karya, seseorang tentunya memulainya dengan menerima banyak informasi-informasi dalam hidupnya. Membaca dapat dikatakan sebagai sebuah langkah utama untuk membuka jendela dunia pengetahuan tidak ubahnya seperti proses menyimak.

Membaca terkadang memiliki daya tarik yang sangat kurang responsif bagi masyarakat secara umum dibandingkan aktivitas-aktivitas lain dalam keseharian masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, jika kita membandingkan antara kegiatan menonton pertunjukan atau sinetron di Tv dengan kegiatan membaca, umumnya masyarakat Indonesia cenderung lebih mampu menghabiskan berjam-jam tanpa merasa jemu untuk melihat pertunjukan dibandingkan kegiatan membaca. Berdasarkan ilustrasi tersebut dapat dikatakan bahwa minat baca masyarakat secara umum masih sangat rendah dibanding kegiatan lain.

Pada tataran ini sangat disayangkan masih banyak masyarakat Indonesia kurang menyadari pentingnya membaca dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Jika melihat minat membaca masyarakat Indonesia pada umumnya masih tergolong sangat rendah sehingga mempengaruhi indeks pembangunan atau perkembangan manusia atau Human Development Index (HDI). HDI sering dijadikan sebagai salah satu acuan kemajuan suatu bangsa, HDI sendiri dinlai dari beberapa aspek salah satunya adalah melek huruf atau kemampuan membaca dan menulis. Secara kontras, masih sangat banyak masyarakat indonesia yang masih buta huruf sehingga juga berdampak pada minat baca masyarakat Indonesia. Pada tahun 2018 UNPD kembali  merilis laporan tahunannya tentang HDI yang menempatkan Indonesia berada pada peringkat ke 116 dari 195 negara dengan indeks nilai 0.694 untuk perkembangan manusianya. Jika melihat dari segi peringkat Indonesia ternyata mengalami penurunan dari tahun sebelumnya berada pada peringkat 115 dunia. Namun indeks perkembangannya memiliki kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan. Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN, Indonesia masih jauh berada di bawah singapura yang sudah sangat unggul di peringkat 9 dunia dengan nilai HDI 0.932, Brunei Darussalam peringkat ke 39 dunia dengan nilai HDI 0.853, Malaysia dengan peringkat 57 dunia dengan nilai HDI 0.802, Thailand di peringkat 83 dengan nilai HDI 0.755 dan Indonesia juga masih dibawah Filipina yakni diperingkat 113 dunia dengan nilai HDI 0.699.[1] Sebagai pembanding, harus diakui Indonesia memang negara yang luasnya hampir satu benua eropa dan dipisahkan oleh lautan yang menjadikannya sebagai negara kepulauan, sehingga pemerataan pembangunan mausia dengan meningkatkan literasi belum sepenuhnya menjangkau area tertentu di Indonesia. Namun hal ini tidak seharusnya menjadi alasan utama keterlambatan dalam membangun manusia Indonesia dewasa ini karena informasi dan komunikasi telah dipererat oleh hadirnya teknologi.

Penulisan ini berupaya mengupas tentang peningkatan minat baca mahasiswa dan pengarunya terhadap teknologi yang ada pada perpustakaan UIN Ar-Raniry. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hadir sebagai inovasi baru dalam meningkatkan ilmu pengetahuan. Kemudahan yang ditawarkan tentunya akan sangat membantu mahasiswa-mahasiwa yang umumnya adalah para millenial yang sangat dekat dengan dunia teknologi dan informasi. Teknologi dan informasi dirasakan memainkan fungsi yang cukup baik dalam memikat para mahasiswa untuk meningkatkan minat baca.

Adapun Argumen dalam penulisan ini adalah terdapat adanya hubungan antara teknologi dan minat baca mahasiswa dengan fasilitas pemustaka itu sendiri. Perpustakaan memiliki visi misi yang berbeda-beda demi menghadirkan nilai-nilai  kultur dan budaya berdasarkan urgensi yang dibutuhkan pembelajar secara khusus dan masyarakat secara umum. Oleh sebab itu, perpustakaan sebagai salah satu pemegang peran peningkatan literasi masyarakat sudah seharusnya memiliki inovasi-inovasi baik pelayanan maupun terobosan baru dalam meningkatkan minat baca setiap individu.

            Terkait dengan latar belakang tersebut maka struktur kajian adalah perlu dipaparkan,  upaya-upaya yang diterapkan oleh perpustakaan dalam meningkatkan minat baca seperti Upaya Meningkatkan Minat Baca Oleh Perpustakaan, Teknologi informasi dalam ruang lingkup Perpustakaan UIN Ar- Raniry dan layanan berupa teknologi yang ada pada perpustakaan UIN Ar-Raniry.

Pemanfaatan teknologi informasi. Teknologi informasi saat ini telah tersebar luas dan dapat dinikmati oleh khalayak ramai sebagai sebuah inovasi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Pengaruh dari penggunaan teknologi informasi dipercaya dapat memberi dampak signifikan dalam upaya peningkatan minat baca mahasiswa UIN Ar-Raniry.

DEFINISI

Membaca adalah salah satu dari empat kemampuan berbahasa (berbicara, menyimak dan menulis) yang bersifat menerima (informasi) atau receptive sama seperti kemampuan menyimak. Lebih lanjut, minat baca merupakan kegemaran atau rasa senang ketika melakukan kegiatan membaca atau dengan kata lain bisa dikatakan sebagai ketertarikan dibidang membaca. Sebagai tambahan, minat baca merupakan  suatu rasa atau keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi (gairah) untuk melakukan kegiatan membaca (Siregar, 2004)[2].

Seseorang yang memiliki minat baca yang tinggi diasumsikan memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.  Minat baca harus dibangun sejak dini untuk membangun sumber daya manusia yang mapan demi menghadapi persaingan global yang tidak terhindarkan. Namun tujuan tersebut masih memiliki keterbatasan secara kultural, budaya membaca masyarakat indonesia masih terbilang sangat rendah dibanding negera-negara lain. Sebagian besar masyarakat Indonesia tidak memiliki tradisi membaca, warisan yang diturunkan kepada mereka lebih ke tradisi lisan dan pertunjukan-pertunjukan yang memiliki nilai-nilai kultural, namun ada beberapa daerah memang memiliki karya tulis seperti kitab-kitab kuno yang ada di Jawa dengan menggunakan bahasa jawa kuno yang diyakini penutur bahasa bahasa jawa tersebut sudah tidak ada sehingga tidak budaya baca tulis tidak dapat diturunkan secara maksimal. hal ini tentu berbeda dengan kitab-kitab keagamaan karangan ulama-ulama nusantara setelahnya, seperti ulama-ulama dari Sumatera, Banjarmasin, Jawa dan bahkan dari Aceh yang pada umumnya menggunakan bahasa melayu atau jawi dalam kitab-kitab mereka. Selaras dengan itu, ternyata masyarakat Aceh sudah memiliki tradisi baca tulis seperti karya-karya ulama Aceh seperti karya-karya Hamzah Fansuri, Syiah Kuala dan bahkan Nuruddin ar-Raniry yang namanya kemudian diangkat menjadi nama Universitas Islam Negeri ar-Araniry.

 Kitab-kitab karangan ulama tersebut masih diwariskan secara turun temurun karena dianggap memiliki nilai-nilai keagamaan yang wajib dipelajari oleh setiap pemeluk agamanya. Mungkin itu salah satu faktor tidak langsung dari pemertahanan bahasa yang digunakan dalam kitab-kitab tersebut. Dewasi ini, budaya membaca sangat ditentukan oleh latar belakang masing-masing individu. lebih lanjut, Bunanta (2004:232) menambahkan bahwa minat baca terutama sangat ditentukan oleh:

1. Faktor lingkungan keluarga dalam hal ini misalnya kebiasaan membaca keluarga di lingkungan rumah.

2. Faktor pendidikan dan kurikulum di sekolah yang kurang kondusif.

3. Faktor infrastruktur dalam masyarakat yang kurang mendukung peningkatan minat baca masyarakat.

4. Serta faktor keberadaan dan keterjangkauan bahan bacaan.[3]

            Dari empat faktor yang disebutkan, tiga diantaranya dipengaruhi oleh faktor eksternal dari lingkungan keluarga. Seperti faktor kurikulum pendidikan dan infrastruktur yang belum memadai. Sedangkan faktor terakhir dapat diartikan secara multitafsir, yang pertama adalah buku-buku ilmu pengetahuan yang orisinil atau cetakan asli yang dijual di indonesia masih terbilang mahal untuk kalangan menengah kebawah. Oleh sebab itu, hal ini cenderung menjadi faktor awal dan berkelanjutan dari seseorang yang tidak gemar mengoleksi buku dan berdampak lurus dengan rendahnya minat baca masyarakat indonesia.

Berdasarkan hal tersebut kemudian muncul asumsi sederhana yang bahwa bisa dikatakan bahwa setiap masyarakat di Indonesia secara umum belum tentu membeli satu buku yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan setiap bulannya. Sedangkan keterjangkauan bahan bacaan dalam arti lain dapat dideskripsikan bukan hanya sebagai benda yang dapat dimiliki, melainkan dapat diartikan juga sebagai ketidakmampuan dari pembaca memahami bahan bacaan.

 Ilmu pengetahuan pada zaman milenial ini umumnya berasal dari belahan dunia lain, sehingga penguasaan bahasa asing sudah menjadi suatu keharusan. Secara ringkas dapat diasumsikan bahwa banyak sekali buku ilmu pengetahuan yang terus berkembang berasal dari dunia luar dengan menggunakan bahasa asing seperti bahasa Inggris, Spanyol, Mandarin dan juga bahasa Arab. Rendahnya kemampuan menguasai bahasa asing diasumsikan menjadi salah satu faktor hambatan bagi seseorang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan dari dunia luar.

            Selain faktor rendahnya penguasaan bahasa asing, Leonhardt (1997: 176), menambahkan beberapa faktor-faktor lain yang dinilai menghambat peningkatan minat baca dalam masyarakat, antara lain:

1. Langkanya keberadaan buku-buku yang menarik terbitan dalam negeri.

2. Semakin jarangnya bimbingan orang tua yang suka mendongeng sebelum tidur bagi anak anak. Padahal kebiasaan ini merupakan kebiasaanya jaman dulu banyak dilakukan orang tua.

3. Pengaruh televisi yang bukannya mendorong anak-anak untuk membaca, tetapi lebih betah menonton acara-acara televisi.

4. Harga buku yang semakin tidak terjangkau oleh kebanyakan anggota masyarakat

5. Kurang tersedianya taman-taman bacaan yang gratis dengan koleksi buku yang lengkap dan menarik.[4]

Upaya Meningkatkan Minat Baca Oleh Perpustakaan

Perpustakaan adalah institusi yang menyediakan bahan-bahan informasi baik dalam bentuk tertulis, tercetak, dan terekam baik buku dan non buku (Supriyanto & Muhsin, 2008:23)[5]. Hal serupa juga disampaikan oleh Yusuf (2010:1) yang menyatakan bahwa perpustakaan merupakan suatu pusat ilmu pengetahuan yang memiliki fungsi menghimpun, pengolahan dan penyebarluasan (pelayanan) segala macam informasi, baik yang tercetak maupun yang terekam dalam berbagai media seperti buku, majalah, surat kabar, film, kaset, tape recorder, video, komputer, dan lain-lain[6].

Perpustakaan juga berperan meningkatkan literasi informasi kepada pemustaka dan kepada masyarakat pada umumnya. Secara tidak langsung, peran perpustakaan sangat lekat dengan tanggung jawab moril untuk meningkatkan minat baca pemustaka khususnya mahasiswa. Darmono (2001:188-189) menyatakan peran perpustakaan dalam menciptakan tumbuhnya kondisi minat baca dapat dilihat sebagai berikut:

(a) memilih bahan bacaan yang menarik bagi pengguna perpustakaan;

(b) menganjurkan berbagai cara penyajian pelajaran dikaitkan dengan tugas-tugas di perpustakaan;

(c) memberikan kemudahan dalam mendapatkan bacaan yang menarik untuk pengguna perpustakaan;

(d) memberikan kebebasan membaca secara leluasa kepada pengguna perpustakaan;

(e) perpustakaan perlu dikelola dengan baik agar pengguna merasa betah dan kerasan berkunjung ke perpustakaan;

(f) perpustakaan perlu melakukan berbagai promosi kepada masyarakat berkaitan dengan peningkatan minat dan kegemaran membaca;

(g) menanamkan kesadaran kepada pemakai perpustakaan bahwa membaca penting dalam kehidupan;

(h) melakukan berbagai kegiatan seperti minat dan kegemaran membaca.;

(i) Mengaitkan bulan Mei sebagai Bulan Buku Nasional dengan melakukan kegiatan yang menunjang Bulan Buku Nasional;

(j) memberikan penghargaan kepada pemustaka yang paling banyak meminjam buku.[7]

Selain uapaya-upaya yang telah disebutkan diatas, pemanfaatan teknologi informasi juga dirasa perlu mendongkrak peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa. Kemajuan teknologi dipercaya siap membantu kebutuhan manusia dalam mengembangkan suatu inovasi dalam bidang pendidikan terutama untuk menjawab tantangan era global dalam meningkatkan produktivitas mahasiswa Indonesia.

Kehadiran teknologi tentu tidak mudah diterima oleh masyarakat Indonesia, karena ada paradigma-paradigma yang berkembang di dalam masyarakat bahwa keberhasilan penggunaan teknologi juga akan membawa dampak buruk bagi penggunanya kelak. Namun pada dasarnya, keberhasilan penggunaan teknologi tergantung daripada mereka yang menggunakan teknologi, seperti kepada tujuan yang bermanfaat atau dalam arti lain tepat guna. Seperti halnya prisnsip High-tech-High-touch yang secara ringkas dapat diartikan sebuah kemajuan, inovasi dan kreatifitas yang ciptakan dari teknologi haruslah berbanding lurus dengan peran kebutuhan manusia yang secara sadar mampu menyikapi pengaruh dari teknologi dalam kesehariannya hanya sebagai alat pembantu tanpa menghilangkan peran-peran yang lebih besar dari manusia itu sendiri dalam ruang sosial maupun rohani.

Perpustakaan dalam genggaman atau library in hand yang telah menjadi trend terbaru di perpustakaan India membuktikan bahwa teknologi mampu merangkul banyak pihak khususnya mahasiswa sehingga menepis pandangan buruk terhadap penggunaan teknologi.  Dengan demikian, secara bersamaan perpustakaan dapat mempromosikan dan memperluas layanan mereka dengan menawarkan layanan akses langsung ke web dan akses katalog online perpustakaan. (Maiden, 2017, p.215)[8].  Salah satu manfaat dari teknologi informasi dalam lingkup perpustakaan adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik, menghemat waktu para pemustaka, kecepatan akses informasi dari sumber yang tidak terbatas serta dengan jaringan yang lebih luas dan menarik minat baca pengguna layanan perpustakaan (Vijaykumar & Vijayan, 2011, p.147)[9]. Sejalan dengan itu, dalam lingkup sederhana perkembangan internet dan teknologi web juga telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pelayanan perpustakaan (Singh, 2013, p.3)[10].

Teknologi informasi dalam ruang lingkup Perpustakaan UIN Ar- Raniry.

Sejalan dengan visi misi UIN ar Raniry untuk menjadi pusat komunikasi ilmiah yang unggul, relevan dan inovatif. Maka perkembangan teknologi informasi tentu telah menjadi “mitra” yang diunggulkan demi berjalannya upaya-upaya yang mendukung proses pendidikan dan pembelajaran, serta penelitian dan keilmuan dalam lingkup Universitas Islam Negeri ar Raniry. Beberapa penggunaan teknologi informasi yang relevan dalam mendorong minat baca antara lain:

  1. Penggunaan Online Public Access Catalague (OPAC)

Merupakan layanan katalog berbasis online yang dapat digunakan oleh para mahasiwa untuk menelusuri buku-buku dan bahan referensi yang ingin dicari. Penggunaan OPAC ini hampir telah merata di universitas-universitas negeri yang ada di Indonesia. Penggunaan OPAC di Perpustakaan UIN Ar-Raniry ini tidak hanya dapat diakses didalam ruang lingkup kampus atau perpustakaan saja, namun juga dapat diakses diluar kampus. selain itu, penelusuran OPAC juga berbatas pada komputer atau laptop saja tetapi dapat diakses secara mobile atau menggunakan smartphone pada halaman depository UIN Ar-Raniry. Penggunakan layanan OPAC ini terbukti sangat membantu para mahasiswa untuk menemukan buku-buku yang ingin dipinjam atau dibaca diperpustakaan.

  • Penyediaan Internet dan ruangan komputer

 Internet sudah bukan barang yang susah dimiiki atau hanya dimiliki oleh sebagian orang saja. Internet memfasilitasi penggunaannya untuk mengakses informasi lebih cepat dari media-media lainnya. penggunaan internet saat ini sudah tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan-kegiatan keseharian masyarakat. Internet merubah paradigma komunikasi secara offline menjadi online dengan tawaran lebih cepat, praktis dan memiliki jangkauan luas. Demikian pula dalam mengumpulkan informasi secara global lebih mudah jika kita memiliki jaringan internet..

Sesuai dengan salah satu poin misi perpustakaan Induk UIN Ar-Raniry untuk mengembangkan dan mendukung proses pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan keilmuan. Maka perpustakaan induk UIN Ar-Raniry telah memberikan pelayanan berupa internet gratis dengan kecepatan akses yang cepat juga stabil untuk mendukung mahasiswa-mahasiwa mendapatkan informasi dan pengetahuan demi kelancaran proses pendidikan dan penelitian. Setiap mahasiswa bisa menggunakan perangkat laptop sendiri atau juga bisa menggunakan ruang khusus komputer yang telah disediakan oleh pihak perpustakaan.

  • Layanan Jurnal Elektrnik (e-jurnal)

Jurnal elektronik atau e-jurnal merupakan jurnal atau makalah elektronik yang digunakan secara mudah dan efisien berbasis arsip dokumen dengan menggunakan perangkat elektronik atau gadget seperti laptop, Smartphone dan Tablet dsb. Jurnal elektronik atau e-jurnal dianggap sebagai terobosan baru dalam dunia pendidikan dan juga penelitian dengan nilai guna yang hemat ruang dan biaya dan dari nilai fungsi yang mapan dan efisien dalam memberikan ruang kepada pembelajar dan peneliti.

Penggunaan teknologi dalam mengakses jurnal-jurnal ilmiah dalam lingkup kampus sudah disediakan dalam bentuk digital sehingga dapat diakses oleh siapa saja melalui E-jurnal di depository perpustakaan induk UIN Ar-Raniry. Para mahasiswa diharapkan dapat mengambil referensi dari jurnal-jurnal atau penulisan skripsi, thesis atau penelitian-penelitian lain yang dapat diacu sebagai referensi belajar dan penulisan ilmiahnya  dari alumni mahasiswa, dosen dan bahkan staff pegawai dlingkungan UIN Ar-Raniry.

Selain jurnal elektronik dari dalam lingkup kampus, Perpustakaan induk UIN Ar-Raniry juga bekerja sama dengan perpustakaan-perpustakaan lain di tingkat lokal, nasional dan juga internasional. Untuk koleksi jurnal internasional perpustakaan induk UIN Ar-Raniry bekerja sama dengan jurnal EBSCO yang merupakan layanan elektronik jurnal terkemuka dan terlengkap yang berpusat Ipswich, USA. EBSCO menawarkan banyak jurnal-jurnal berkualitas tinggi dari penulis seluruh dunia, selain itu, EBSCO juga menawarkan eAudiobook untuk beberapa bidang termasuk bidang pendidikan.

Kemudian, selain EBSCO Perpustakaan UIN Ar-Raniry juga bekerjasama dengan  GALE Cengage Learning untuk mendapatkan akses jurnal elektronik, juga majalah elektronik dan juga buku-buku elektonik yang berkualitas. Dengan kemudahan akses jurnal gratis dengan sumber yang luas dan berkualitas ini tentu sangat diharapkan dapat membantu para mahasiswa untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca. Lebih lanjut, penggunaan layanan akses jurnal elektronik  ini dapat dipergunakan untuk membantu penelitian maupun karya ilmiah bagi mahasiswa, dosen dan staff di ruang lingkup UIN Ar-Raniry. Beberapa keunggulan jurnal elektronik atau e-journal yang memiliki dampak yang sangat signifikan antara lain dapat diakses 24 jam dan dimana saja selama ada jaringan internet yang mendukung jalannya pencarian. Kemudian, keamanannya lebih terjamin dibandingkan yang versi cetak yang bisa termakan usia atau bahkan berpotensi kecelakaan baik kebakaran maupun basah terkena air. Penyimpanan lebih hemat ruang hanya membutuhkan CD, flash disk atau hard disk untuk menyimpan puluhan, ratusan bahkan ribuan elektronik jurnal dengan kapasitas alat penyimpan data tersebut.

  • Layanan Aplikasi Maktabah Syamilah

Maktabah syamilah sebuah program aplikasi yang memuat kajian keislaman yang berfungsi sebagai perpustakaan digital dengan teknik pencarian yang sangat mudah dan cepat. Sejak terjadinya tsunami 2004, perpustakaan UIN Ar-Raniry kehilangan dan terjadi kerusakan sejumlah buku sehingga memiliki kekurangan koleksi buku di bidang-bidang tertentu. Oleh sebab itu dalam proses rehalibitasi pasca tsunami perpustakaan induk  dihadiah kanlah program aplikasi tersebut oleh Kedubes Arab Saudi pada tahun 2013. Program tersebut memuat ribuan kitab-kitab induk berbahasa arab, bidang ilmu fiqh dan usul fiqh, aqidah, tasawuf dan berbagai disiplin ilmu agama lainnya. Aplikasi dapat digunakan di ruangan referensi dengan komputer yang telah disediakan. Ruang referensi perpustakaan UIN Ar-Raniry merupakan sebuah tempat/ruang khusus dimana pustakawan membantu mahasiswa menemukan informasi dengan cepat dan tepat. Dibagian ini, peran pustakawan juga turut andil dalam membantu mahasiswa mendapatkan informasi yang tersedia sebagai bahan rujukan seperti kamus (umum, Arab, Inggris, Indonesia), ensiklopedia (berbagai bidang ilmu), bibliografi, biografi, mu’jam, indek hadis dan Al qur’an yang semuanya itu disusun menurut bidang ilmu dan klasifikasinya.

  • Ruang Audio Visual

Ruang ini digunakan untuk para mahasiswa yang ingin belajar dan bahkan meneliti suatu kajian keilmuaan. mahasiswa bisa langsung menggunakannya dengan menunjukkan KTA kepada petugas dan langsung bisa memilih CD yang telah disediakan jika terkait dengan proses pembelajaran atau penelitiannya, CD tersebut terkait dengan topik Syair keislaman, ensiklopedi tokoh islam, jazirah nabi, AlQuran dan injil,  dan berbagai sejarah dan tafsir dengan subtitle yang bisa dibaca.  Ruangan audio visual ini hadir sebagai pendukung dari peningkatan pelayanan dan usaha konkrit  dalam membantu mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih. Karena tujuan dari peningkatan minat baca salah satunya adalah memiliki pemahaman yang mapan.

  • Layanan Mandiri

Perpustkaan UIN Ar-Raniry mulai menerapkan suatu sistem peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri. Mandiri disini dalam artian mahasiswa tidak perlu membawa buku ke staff pustaka untuk melakukan peminjaman dan pengembalian buku. Sistem layanan mandiri ini telah berlaku sejak 2014. Layanan mandiri ini berbasis pada suatu sistem yang dikenal dengan nama RFID atau Radio Frequency Identification.

RFID merupakan  Sebuah sistem identifikasi tanpa kabel yang memungkinkan pengambilan data tanpa harus bersentuhan seperti barcode dan magnetic card seperti atm. sedangkan pengembaliannya bisa menggunakan drop book yang dipasang di dinding teras gedung perpustakaan. Tujuannya agar layanan pengembalian tetap dapat dilakukan miskipun bukan pada jam kerja. sistem akan mendeteksi ID peminjaman dan pengembalian. Bila buku terlambat dikembalikan maka pengembalian akan dilakukan secara manual kepada pustakawan dan akan dikenakan denda. Penerapan layanan mandiri ini memberikan mahasiswa ruang yang lebih bebas dalam meminjam dan mengembalikan buku. Sehingga peran mandiri ini nantinya akan menumbuhkan sikap ketertarikan dalam meminjam buku.

KESIMPULAN

            Perkembangan dan penggunaan teknologi informasi merupakan salah satu alternatif yang saat ini menjadi trend dalam dunia pendidikan. Lebih lanjut, Perkembangan dan penggunaan teknologi informasi juga membantu menaikan nilai-nilai positif dari peran perpustakaan sebagai induk atau instansi yang menghimpun segala jenis informasi yang dapat dipergunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Penggunaan teknologi informasi tepat guna dan terarah telah menjadi inovasi baru dalam era globalisasi yang kental dengan kecepatan dan aksesibilitas yang mudah.

Penggunaan teknologi informasi dalam lingkup perpustakaan UIN Ar-Raniry seperti OPAC, Aplikasi Maktabah Syamilah, free wifi dengan kecepatan akses yang baikdan akses jurnal elektronik gratis, penggunaan ruang komputer, penggunaan ruang audio visual hingga layanan mandiri secara signifikan memberikan dampak positif dalam upaya peningkatan minat baca dari mahasiswa di lingkup UIN Ar-Raniry. Hal ini dibuktikan dari jumlah pengunjung, peminjam buku, pengakses jurnal hingga penggunaan fasilitas seperti ruang komputer, ruang audio visual dan aplikasi Maktabah Syamilah yang terus meningkat setiap bulannya.

Dengan adanya bantuan teknologi informasi dalam dunia perpustakaan, sangat diharapkan dapat menyentuh segala lapisan masyarakat secara umum dan mahasiswa secara khusus dalam meningkatkan literasi dan minat membaca untuk meningkatkan sumber daya manusia yang dapat bersaing secara global dan menciptakan generasi emas bagi Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Bunanta, Murti. 2004. Buku, mendongeng dan minat membaca. Pustaka Tangga. Jakarta. Hal 232.

Darmono. 2001. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Grasindo.

Leonhardt, Mary. 1999. 99 cara menjadikan anak anda “keranjinan” membaca. Kaifa. Bandung. Hal 176.

Maideen, S., (2017). Mobile Technologies for Academic Libraries: An Overview

Skyline University, Sharjah, UAE. 224-229.

Singh, Kirti. (2013), Impact of Technology in Library Services. International Journal of Management and Social Sciences Research,2(4),1-3.

Siregar, A. Ridwan, 2004. Perpustakaan Energi Pembangunan Bangsa. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Supriyanto, Wahyu & Muhsin, Ahmad. 2008. Teknologi informasi perpustakaan, yogyakarta.kanisius. hal. 23

Vijayakumar, A. & Vijayan, S. Sudhi, (2011).  Application of Information Technology in Libraries: An Overview, International Journal of Digital Library Services,11(2), 144-152.

Yusuf, Pawit M. 2010. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Prenada Media.


[1] Human Development Indices and Indicators Report 2018 oleh United Nations Development Programme (UNDP). Merupakan laporan tahunan yang diterbitkan oleh perserikatan bangsa-bangsa (PBB) yang melaporkan perkembangan indeks sumber daya manusia pada setiap negara sejak tahun 1990 sampai dengan 2017 dan akan terus diperbaharui setiap tahunnya.

[2] Siregar, A. Ridwan, 2004. Perpustakaan Energi Pembangunan Bangsa. Medan: Universitas Sumatera Utara.

[3] Bunanta, Murti. 2004. Buku, mendongeng dan minat membaca. Pustaka Tangga. Jakarta. Hal 232.

[4] Leonhardt, Mary. 1999. 99 cara menjadikan anak anda “keranjinan” membaca. Bandung: Kaifa.. Hal 176.

[5] Supriyanto, Wahyu & Muhsin, Ahmad. 2008. Teknologi informasi perpustakaan, yogyakarta.kanisius. hal. 23

[6] Yusuf, Pawit M. 2010. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Prenada Media.

[7] Darmono. 2001. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Grasindo.

[8] Maideen, S., (2017). Mobile Technologies for Academic Libraries: An Overview. Skyline University, Sharjah, UAE. 224-229

[9] Vijayakumar, A. & Vijayan, S. Sudhi, (2011).  Application of Information Technology in Libraries: An Overview, International Journal of Digital Library Services, 11(2), 144-152.

[10] Singh, Kirti. (2013), Impact of Technology in Library Services. International Journal of Management and Social Sciences Research, 2(4), 1-3.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − eight =