Oleh: Lies Suliestyowati*
#haripustakawanindonesia# #banggajadipustakawan##library comes to you#
Ikatan Pustakawan Indonesia yang didirikan pada tanggal 7 Juli 1973 oleh para founding fathers, hari ini telah mencapai usia 47 Tahun. Sebagai pustakawan yang bekerja di salah satu Lembaga Riset (Perpustakaan Khusus BPPT) sejak 9 September 1982, banyak hal menyenangkan yng didapat baik ketika berkiprah sebagai Pengurus Daerah IPI DKI Jakarta, maupun sebagai Pengurus Pusat IPI Periode Kepengurusan terakhir, Tahun 2018-2021. Mungkin saya adalah pustakawan yang beruntung karena sejak aktif di Kepengurusan IPI tahun 1996 hingga kini, nama saya selalu muncul di jajaran formasi Kepengurusan IPI.
Pengalaman paling berkesan adalah ketika pada tahun 1988, ada kesempatan bagi pustakawan di lingkungan Perpustakaan Khusus BPPT untuk inpassing ke Jabatan Fungsional Pustakawan. Kala itu banyak diklat kepustakawanan yang ditawarkan oleh Perpustakaan Nasional selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Pustakawan di Indonesia. Saya orang awam, masa-masa tahun pertama bekerja di BPPT ditempatkan di Perpustakaan sebagai penterjemah Bahasa Jerman, untuk artikel ilmiah populer berbahasa Jerman yang meliput kegiatan Pak Habibie sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi. Kala itu banyak buku-buku Pak Habibie yang berbahasa Jerman, disimpan di Perpustakaan , sehingga diperlukan staf yang pernah belajar bahasa Jerman.
Dalam perjalanan, pustakawan BPPT diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan bidang Perpustakaan di berbagai negara seperti Amsterdam (Perpustakaan Bidang Aeronautika), Wageningen (Perp Bidang Pertanian) dan Perp Leiden University, Perpustakaan Bidang Energi-Fisika-Matematika, Bonn, Jerman, serta pelatihan Effective Library Information System di Manchester University, UK. Saya bercita-cita ingin kembali mengikuti kuliah tingkat Pasca Sarjana di UI, namun kesempatan itu baru tersedia pada tahun 1991, sebagai mahasiswa Angkatan ke 2, ketika UI mulai membuka Program Studi Ilmu Perpustakaan mulai tahun 1990.
Dalam perjalanan karier sebagai pustakawan, saya pernah berkiprah hampir selama 16 tahun sebagai pejabat struktural, dan 18 tahun terahir berkiprah murni sebagai pustakawan . Ketika kembali berstatus sebagai pustakawan tingkat ahli madya hingga pustakawan utama, banyak pencerahan yag saya dapat ketika mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia dan tentunya Perpustakaan Nasional RI.
Keseharian saya berkiprah sebagai pustakawan praktisi, passion saya adalah mengelola Repository Perpustakaan BPPT, memastikan terbitan ilmiah BPPT telah diserahkan ke Perpustakaan Nasional RI, berdasarkan amanah UU SSKCKR No. 13 tahun 2018, berburu sumber informasi digital dalam rangka pemutakhiran informasi ilmiah bidang Iptek bagi peneliti dan perekayasa BPPT.
Bergabung di Ikatan Pustakawan Indonesia , sangat menginspirasi bagi saya untuk membantu Ketua Umum dan Komisi – Komisi PP-IPI dalam mencari dan menentukan nara sumber yang akan diundang pada kegiatan Rapat Kerja Pusat, Kongres, maupun kegiatan pelatihan, untuk menambah wawasan para pustakawan Indonesia. Sesama pengurus IPI pun sering berjejaring dan berbagi informasi mengenai terbitan terkini yang selesai ditulis dan siap diterbitkan, juga bekerjasama dalam menyediakan buku atau majalah versi digital terbitan instansi, mengelola artikel bidang Kepustakawanan , menyimpan serta menyebarluaskan melalui Repository Perpustakaan BPPT.
Momen tak terlupakan adalah ketika kami mendapat kesempatan mengikuti kegiatan IFLA ke 62 di Beijing, Agustus 1996 bersama Ibu Mastini Hardjoprakoso dan Pengurus IPI. Dalam perjalanan sebagai Pengurus Pusat, hal paling membanggakan adalah Ketika kita bisa mengundang pimpinan di BPPT sebagai naras sumber di acara Rakerpus dan Kongres. Pada Kongres IPI di Palembang, naras sumber dari BPPT DR. Ir. Hari Budiarto / Kepala Pusat Data, Informasi dan Standardisasi BPPT, menyampaikan makalah tentang Keamanan Informasi di Era Cyber, terakhir beliau pernah menjabat sebagai Deputi di KPK, dan kini Perekayasa Ahli utama di BPPT. Pada Rakerpus IPI di Padang, Kepala Pusat Manajemen Informasi BPPT hadir dengan makalah “Aplikasi Manajemen Pengetahuan dan Digital Library BPPT”. Pengalaman terindah lainnya adalah ketika mengikuti Consal di Bali, seluruh pustakawan BPPT dapat hadir disana dengan perannya masing-masing baik sebagai naras sumber, panitia dan peserta. Ada juga inspirasi menarik tentang Chief Information Officer pada Rakerpus di Batam, 7 Juli 2019 yang diperkenalkan oleh pembicara kunci Pak Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa-Timur.
Menjadi Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia, merupakan kebanggaan karena dapat mengikuti trending topik terkini di bidang perpustakaan bersama Perpustakaan Nasional RI, berkolaborasi dengan teman sejawat sambil menikmati berbagai destinasi wisata Indonesia yang kaya ragam budaya. Presiden Joko Widodo beserta Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, saat ini sedang menata kembali berbagai organisasi dan institusi untuk menjadi organisasi fungsional, sehingga jabatan fungsional pustakawan tingkat ahli menjadi jabatan yang berkelas dan mendapat apresiasi yang setara dengan pejabat fungsional tingkat ahli lainnya. Di era Kenormalan Baru, Pengurus Pusat IPI terus berkiprah melalui berbagai Webinar yang diselenggarakan sejak bulan Mei 2020 hingga Agustus 2020 mendatang. Tuntutan untuk terus bertransformasi dari tempat kita masing-masing serta bekerja dengan platform digital , mempertemukan kita tanpa dibatasi ruang dan waktu dalam suasana yang jauh dimata namun tetap dekat di hati.
Dirgahayu Pustakawan Indonesia yang ke 47. Salam dari Perpustakaan BPPT , Librarycomestoyou#
BPPT#Solid#Smart#Speed.
- Penulis adalah Pustakawan Ahli Utama di BPPT dan Anggota Komisi Penerbitan PP IPI
