PERAWATAN DAN PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA PADA BIDANG PRESERVASI UPT PERPUSTAKAAN UIN AR-RANIRY BANDA ACEH

Di Tulis Oleh: Nurhabibah, S.Ag.,S.IPI

Intansi : UPT.Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

ABSTRAK

Perawatan dan pelestarian bahan pustaka merupakan  peran penting dalam mewujudkan layanan prima di sebuah perpustakaan. Layanan prima tidak hanya diukur dengan canggihnya sistem teknologi yang diterapkan di perpustakaan, tetapi juga diukur dengan ketersediaan koleksi perpustakaan yang terpelihara dengan baik dan selalu siap pakai. Namun pada kenyataannya banyak perpustakaan yang kurang menaruh perhatian pada kedua kegitan ini. Sehigga tidak heran masih banyak dijumpai perpustakaan yang menelantarkan koleksi begitu saja tanpa terawat. Perawatan dan pelestarian koleksi menjadi sangat penting untuk koleksi tercetak. Hal ini karena pada umumnya media yang digunakan pada bahan pustaka adalah kertas, baik dalam bentuk buku, surat kabar, naskah, peta, gambar, dokumen dan bahan cetakan lainnya. Namun demikian, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, koleksi perpustakaan mengalami transformasi dari bentuk tercetak ke digital, terutama bagi perpustakaan yang telah maju bentuk mikro (mikrofilm dan mikrofish), rekaman suara, film, penyimpan data elektronik, CD-ROM dan lain-lain. Dengan demikian, fungsi perawatan dan pelestarian tidak lagi terbatas pada koleksi cetak tetapi juga pada koleksi digital. Semua koleksi tersebut pasti akan mengalami kerusakan juga jika tidak dirawat dengan baik. Hanya saja bentuk perwatannya berbeda. Oleh sebab itu untuk memelihara dan merawat bahan pustaka baik yang tercetak maupun digital  harus terlebih dahulu mengetahui sumber kerusakan sehingga memudahkan pustakawan dalam melakukan perawatan dan pelestarian. Berdasarkan pada fenomena di atas, studi ini bertujuan untuk menyelidiki bentuk-bentuk kerusakan koleksi di UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry dan menentukan langkah-langkah  perawatan dan pelestarian yang diperlukan. Metode penelitian bersifat deskriptif kwalitatif. Teknik mengumpulkan data dilakukan  melalui wawancara dan obsevasi langsung terhadap koleksi yang ada di perpustakaan. Hasil penelitian ini berupa data jumlah koleksi yang perlu diperbaiki, data faktor-faktor penyebab kerusakan, serta strategi pelaksanaaan pelestarian dan perawatan yang diperlukan.

Kata kunci

Perawatan, Pelestarian , Bahan Pustaka di UPT. Perpustakaan UIN Ar-Ranirry

Latar Belakang

UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry adalah sebagai salah satu pusat informasi yang mempunyai peran tugas mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan pustaka untuk dapat di manfaatkan oleh pengguna secara efektif dan efesien. Perpustakaan merupakan suatu tempat yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam jenis bahan pustaka yang merupakan salah satu unsur penting yang terdapat dalam suatu perpustakaan.

Suatu upaya yang harus dilakukan agar bahan pustaka yang dimiliki di perpustakaan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama, maka sangatlah perlu suatu penanganan dari pihak terkait yaitu bidang preservasi agar bahan pustaka tersebut terhindar dari kerusakan dan bisa bertahan lama. Pelestarian dan perawatan mencakup semua aspek usaha merawat, menjaga dan melestarikan bahan pustaka, hal ini sangat mempengaruhi dengan kesediaan keuangan, ketenagaan, metode dan teknik, serta penyimpanannya.

 Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menyelidiki bentuk-bentuk kerusakan koleksi di UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry agar pustakawan atau staf bagian preservasi mengetahui tentang pentingnya melakukan kegiatan perawatan dan pelestarikan bahan pustaka di perpustakaan. Tujuan lainnya adalah melestarikan hasil budaya cipta manusia, baik yang berupa informasi maupun fisik dari bahan pustaka tersebut. Sehubungan dengan hal ini tugas dan tanggung jawab semua pihak perpustakaan sangat diperlukan demi terlaksananya kegiatan pelestarian bahan pustaka. Pustakawan atau pihak perpustakaan mempunyai peranan yang paling penting, karena pustakawan merupakan pihak yang bertanggungjawab langsung dalam menjaga dan merawat keutuhan koleksi serta dalam penyusunan kebijakan pelestarian  bahan pustaka. Disamping itu peranan pengguna sangat diharapkan dapat mendukung kegiatan ini seperti menggunakan bahan pustaka dengan baik, tidak mencoret dan mengambil lembaran buku serta mentaati peraturan yang ada di perpustakaan. Pelestarian dan perawatan koleksi bahan pustaka di UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry merupakan kegiatan yang perlu mendapat perhatian. Kegiatan ini merupakan bentuk untuk mengacu kepada pelestarian dan perawatan bahan pustaka yang dipilih sebagai sampel penelitian ini.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Pelestarian Bahan Pustaka

                        Pelestarian bahan pustaka merupakan kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh pustakawan atau staff bidang preservasi untuk memastikan agar bahan pustaka dapat terjaga dari kerusakan atau faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan bahan pustaka baik penyebabnya dari luar maupun dari dalam.

                        Perawatan bahan pustaka merupakan sebuah upaya untuk melindungi keselamatan bahan pustaka  dan juga peralatan lainnya yang ada di perpustakaan dari bahaya kerusakan sehingga semua koleksi maupun bahan lainnya dapat terpakai dalam jangka waktu panjang. Usaha untuk menjaga dan merawat bahan pustaka  yaitu salah satunya dengan menjaga kebersihan ruangan perpustakaan termasuk koleksi dan bahan pustaka lainnya. Termasuk juga larangan merokok yang mengakibatkan kotor dengan taburan abu rokok dan juga dapat mengakibatkan kebakaran. Makan dan minum diruang perpustakaan dapat mengundang serangga dan tikus yang merupakan musuk koleksi di perpustakaan, karena kehadiran binatang tersebut dapat merusak atau menggigit lembaran buku. Untuk mencegah hal tersebut UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry sudah membuat peraturan tata tertib perpustakaan.

Menurut Hazen sebagaimana di kutip oleh Gardjito (1991-91), istilah pelestarian meliputi 3 ragam kegiatan[1], yaitu:

  1. Kegiatan -kegiatan yang ditunjukan untuk mengontrol lingkungan perpustakaan agar dapat memenuhi syarat-syarat pelestarian bahan-bahan pustakayang tersimpan di dalamnya.
  2. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk memperpanjang umur bahan pustaka, misalnya dengan cara deasidifikasi, restorasi, atau penjilidan ulang, dan
  3. Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan usaha untuk mengalihkan isi informasi dari satu bentuk format atau matrik ke bentuk lain. Setiap kegiatan menurut kategori-kategori tersebut tentu saja masih dapat dikembangkan lagi ke dalam berbagai aktifitas lain yang lebih khusus dan rinci

Konsep dasar mengenai pengertian pelestarian bahan pustaka menurut Sulistiyo Basuki adalah:[2]

  • Preservation atau pelestarian yaitu meliputi semua aspek usaha melestarika bahan pustaka dan arsip, termasuk didalamnya kebijakan pengelolaan, keuangan, sumber daya manusia, metode dan teknik penyimpanannya .                                                                                                                                            
  • Conservation atau pengawetan terbatas pada kebijakan serta cara khusus dalam melindungi bahan pustaka dan arsip untuk kelestarian koleksi tersebut.
  • Restoration atau pemugaran mengacu pada pertimbangan serta cara yang digunakan untuk memperbaiki bahan pustaka dan arsip yang rusak.
  • Tujuan dan Fungsi Perawatan dan Pelestarian Bahan Pustaka

            Program yang direncanakan dalam perawatan dan pelestarikan bahan pustaka pada perpustakaan  UIN Ar-Raniry adalah selalu mengupayakan agar bahan pustaka selalu tersedia walau membutuhkan waktu untuk perawatan. Hal itu dapat dilakukan karena ketekunan dan kerjasama bidang preservasi UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry dalam perawatan dan pelestarian bahan pustaka. Oleh sebab itu bahan pustaka yang ada di perpustakaan bisa dijamin tahan lama, maka perlu usaha penanganan secara khusus agar bahan pustaka tersebut terhindar dari kerusakan baik kerusakan disebabkan tangan manusia ataupun kerusakan akibat faktor lain seperti jamur, serangga ataupun debu.

            Tujuan pemeliharaan bahan pustaka di suatu perpustakaan adalah untuk menyelamat kan nilai-nilai informasi yang terkandung dalam setiap bahan pustaka atau dokumen. Mempercepat proses temu balik atau penelusuran dan perolehan informasi, menjga keindahan dan kerapian bahan pustaka , mencegah bahan pustaka dari kerusakan.[3] Dengan perawatan yang baik maka bahan pustaka pun akan awet dan tahan lama. Bila tidak ada perawatan dalam sebuah perpustakaan makan akan terjadi kerusakan pada bahan pustaka sehingga perpustakaan dengan banyak mengeluarkan anggaran untuk pengadaan buku baru.

            Menurut Departemen Pendidikan Tahun 2004 tujuan dari perawatan bahan pustaka yaitu mencegah penyebab kerusakan bahan pustaka, melindungi bahan pustaka dari faktor kerusakan, memperbaiki bahan pustaka yang masih layak dipakai, disimpan dan melestarikan isi dari bahan pustaka yang masih bermanfaat.[4]

            Kegiatan perawatan dan pelestarian bahan pustaka mempunyai fungsi yang harus diperhatikan agar bahan pustaka tidak ada gangguan oleh tangan manusia, serangga ataupun jamur yang merajalela pada buku . Menurut Kamidi Martoatmodjo, fungsi pelestarian bahan pustaka meliputi:

  1. Fungsi Melindungi

Suatu Upaya untuk melindungi bahan pustaka dari berbagai macam kerusakan baik serangga, jamur, tangan jahil manusia, sinar matahari, air dan kelembaban udara karena bahan pustaka yang terkontrol dengan baik akan terjauh atau terhindar dari kerusakan baik itu kerusakan karena binatang ataupun ulah manusia, dengan demikian bila bahan pustaka terlindungi dari perusak tersebut maka kandungan informasi pun tetap bisa terjaga dan utuh.

  • Fungsi pengawetan

Suatu usaha untuk menjaga agar bahan pustaka tetap awet, terkontrol, tidak cepat rusah dan bisa dimanfaatkan dalam waktu jangka panjang baik dalam kondisi fisik maupun informasi yang terkandung didalamnya. Untuk pengawetan bahan pustakan juga perlu kerjasama antara pustakawan, pemustaka serta petugas kebersihan sehingga selalu terkontrol baik dari kejahatan binatang ataupun ulah manusia.

  • Fungsi Kesehatan

Dengan menjaga bahan pustaka dalam kondisi bersih, agar yang memanfaatkan bahan pustaka tersebut merasa nyaman saat menggunakannya. Dengan pelestarian bahan pustaka yang benar maka akan terhindar dari debu, jamur, serangga dan binatang perusak lainnya sehingga pemakai menjadi bergairah, pustakawan menjadi sehat dan terhindar dari penyakit.

  • Fungsi Pendidikan

Dengan memberikan pendidikan dan arahan kepada para pengunjung perpustakaan agar bahan pustaka tidak cepat rusak dan pemustakapun mengetahui bagaimana cara menggunakan bahan pustaka dengan baik dan tidak rusak baik di mulai dari pencarian pada  rak buku atau memilih buku dirak.

  • Fungsi Kesabaran

Dalam melakukan perawatan dan pelestarian bahan pustaka butuh tingkat kesabaran sehingga tujuan yang dilakukan dalam perawatan tersebut tercapai dengan baik. Oleh sebab itu pustakawan dan pemustakapun harus melakukan kerjasama dengan baik untuk tetap menjaga tata tertib perpustakaan.

  • Fungsi Sosial

Melakukan kegiatan perawatan dan pelestarian tentunya membutuhkan tenaga dan keterlibatan orang lain karena pelestarian bahan pustaka tidak bisa dilakukan seorang diri tanpa keterlibatan orang lain atau pemustaka sehingga dapat membantu kelancaran kegiantan yang dilakukan.

  • Fungsi Ekonomi

Hal ini sangat menentukan proses jalan nya suatu pekerjaan tanpa adanya biaya, suatu perencanaan ataupun kegiatan perawatan dan pelestarian bahan pustaka haruslah terjaga dan terawat dengan baik. Dengan cara yang diatur sedemikian rupa maka dapat  terhemat dari pengeluaran anggaran perpustakaan.

  • Fungsi Keindahan

Setiap perpustakaan tentunya berkeinginan penataan bahan pustaka ataupun ruangan diatur sedemikian rupa sehingga terlihat indah, nyaman dan bahan pustaka yang diatur secara rapi dapat menambah daya tarik para pengunjung sewaktu ke perpustakaan.[5]

Dari beberapa fungsi tersebut maka dapatlah dilihat bahwa perawatan dan pelestarian bahan pustaka untuk menyelamatkan informasi yang terkandung didalamnya ataupun fisik buku tersebut. Hal tersebut terlihat jelas karena sifatnya adalah melindungi dari hal-hal yang dapat mengakibatkan kerusakan bahan pustaka seperti kerusakan akibat jamur, serangga bahkan ulah manusia atau pemustaka itu sendiri.

  • DATA KOLEKSI YANG PERLU DIPERBAIKI

Setiap perpustakaan pasti mengalami hal kerusakan,baik bahan pustaka  maupun fasilitas lainnya. Untuk mengetahui kondisi bahan pustaka yang dilestarikan maka petugas selalu mengecek data bahan pustaka apa yang rusak danperlu dirawat, dari kerusakan ringan seperti lepas lembaran-lembaran buku, lepas cover buku dan kerusakan berat seperti kerusakan tulang punggung buku yang sudah lepas dan lembaran buku yang lembab sehingga bisa lengket. Namun pelestarian yang dilakukan pada UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry kebanyakan kerusakan ringan sehingga mudah untuk diperbaiki.

Menurut Hamel dan Prahald pengertian strategi adalah tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh pelanggan di masa depan.[6]

Berdasarkan komentar Hamel tersebut strategi yang digunakan  dalam melaksanakan perawatan dan pelestarian bahan pustaka pada bidang preservasi UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry dilakukan tindakan incremental, cara perawatannya  tahapan demi tahapan sehingga mudah tertata dengan rapi dengan mengatur prosedurnya sesuai SOP pada bidang preservasi dan tenaga pada bidang preservasi UPT.Perpustakaan UIN Ar-Raniry mereka sudah memiliki ilmu atau keahlian/ keterampilan  dalam bidang tersebut karena diantara mereka sudah mengikuti diklat perawatan dan pelestarian bahan pustaka. Hal ini terbukti dari hasil penelitian dan wawancara dengan petugas bidang preservasi yang sedang melakukan pelestarian bahan pustaka. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan tahapan-tahapan dalam penerapan kegiatan pelestarian bahan pustaka yang dilakukan sehari-hari diantaranya:

  1. pustakawan bidang preservasi menyeleksi bahan pustaka yang akan dilestarikan
  2. menentukan jenis pelestarian dan perawatan bahan pustaka sesuai dengan tingkat kerusakan sehingga memudahkan petugas dalam melestarikannya
  3. kemudian baru melakukan teknik pelestarian dengan menggunakan alat atau mesin sesuai dengan kebutuhan
  • FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN

Sebuah perpustakaan pasti mengalami kerusakan terutama kerusakan koleksi yang kategorinya berbeda-beda di setiap perpustakaan. Koleksi yang bisa dikatakan rusak apabila koleksi tersebut sudah tidak layak di manfaatkan secara maksimal. Kerusakan koleksi bukan hanya karena pengaruh biotis (jamur, debu dan serangga),  bencana alam, kimia, fisika, bahkan banyak juga faktor dari tangan manusia.

4.1 Faktor yang sering terjadi akibat kerusakan bahan pustaka di perpustakaan UIN Ar-Raniry adalah fakktor biotis diantaranya adalah :

  1. Jamur : Bahan pustaka yang sudah lama dan jarang di pakai akan lembab dan mudah berjamur, hal itu dapat di lihat karena berubahnya warna kertas sehingga berjamur dan bisa menyebabkan kertas buku tersebu lengket dan halaman buku tidak bisa dibuka lagi, bila dipaksa maka buku tersebut akan robek. jamur itu juga dapat terjadi karena kurangnya dibaca atau di pinjam oleh pemustaka sehingga bisa mengendap pada lembar buku
    1. Debu : Kotoran sering sekali lengket dirak buku bila jarang dibersihkan apalagi buku yang letaknya dengan posisi tinggi ( di rak paling atas ) sehingga debu menumpuk, debu mudah masuk keperpustakaan melalui pintu dan cendela yang terbuka bahkan debu sering berterbangan akibat dari banyaknya pengunjung yang memakai sepatu terkena hujan atau basah dan langsung masuk ke perpustakaan, begitu lantai kering maka debu pun mulai berterbangan pada buku, hal tersebut bisa juga terjadi perubahan warna dan bintik-bintik hitam kertas buku
    1. Serangga : jenis serangga juga sangat berbahaya untuk keselamatan bahan pustaka, jamur pun bisa tumbuh akibat serangga yang mengendap di buku seperti rayap, kutu buku  dan kecoa sangat merusak buku karena kecoa meninggalkan noda pada kertas buku dan kotorannya berupa cairan. Penyebab adanya kecoa karena bisa terjadi karena adanya sisa makanan yang tercecer. Hal tersebut maka pihah perpustakaan melarang membawa makanan dan minuman di perpustakaan.
    1. Ada juga kenakalan tangan manusia : sering terjadi dikalangan pemustaka yang hanya tujuannya ingin merusak koleksi perpustakaan disebabkan tidak memiliki kartu perpustakaan, bahkan ada pemustaka yang suka makan permen dan bungkusnya  menyelipkan dalam buku serta minuman manis yang mengundang kehadiran serangga dan juga membuat ruangan bau busuk, tangan nya kotor setelah makan makanan berminyak dan langsung memegang buku sehingga kotoran dan minyak menempel dibuku dan akibatnya tulisan pada buku tersebut sudah buram atau rusak atau bauk busuk, itulah yang mengakibat kan serangga dan kecoa datang. Belum lagi ada tangan jahil yang suka merobek kertas atau lembar buku dan juga menulis komentar yang tidak baik pada buku tersebut.

Pencegahan kerusakan bahan pustaka

            Untuk melakukan pencegahan bahan pustaka agar terhindar dari kerusakan maka UPT.Perpustakaan UIN Ar-Raniry memiliki tenaga Cleaning service untuk membantu kebersihan perpustakaan. Namun pustakawan dan para staff administrasi tetap melakukan kegiatan gotong royong setiap bulan guna menjaga kebersihan perpustakaan terutama kebersihan pada bidang layanan.

Menurut Sujana pada tulisanya berjudul perawatan dan penyiangan bahan pustaka beliau mengatakan cara mengatasi kerusakan bahan pustaka salah satunya adalah hendaknya kebersihan gedung dipelihara dengan baik, bersihkanlah debu dan kotoran yang lain dengan menggunakan penghisab debu, bersihkan lantai setiap hari dan kalau mungkin ruangan dilengkapi dengan alat pendingin udara. Pembersihan secara teratur akan mencegah kerusakan serta dapat mendeksi secara dini tanda-tanda kerusakan.[7]

            Salah satu pencehan kerusakan bahan pustaka yang sudah dilakukan pada UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry adalah :

  1. Fumigasi

Fumigasi adalah salah satu pemeliharaan secara intensif untuk pelestarian bahan pustaka dalan upaya penunjang layanan informasi. UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry sudah pernah melakukan fumigasi yang dilakukan secara bertahap persiapan, pelaksanaan dan pasca fumigasi, dan dilakukan orang pihak luar / vendor. Teknik penyemprotan tersebut menggunakan bahan kimiawi yang baunya tidah sedap sehingga dapt memusnahkan semua hama. Sebelum dilakukan fumigasi tersebut perlu adanya kerjasama antara vendor dan pihak keuangan yang tekait karena berhubungan  dengan pengeluarn anggaran, dan disaat fumigasi dilakukan semua pustakawan dan staff tidak dibenarkan ada di ruangan penyemprotan.

 Fumigasi yang dilakukan pada UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry bertujuan untuk membunuh serangga, jamur dan hama lainnya terutama pada koleksi yang sudah usang sehingga ruang perpustakan tidak lagi mengendap bau yang tidak sedap dan dapat mengganggu kegiatan belajar bagi yang ber kunjung ke perpustakaan. dengan demikian tujuan tersebut dapat menyelamatkan fisik dokumen dan nilai informasi pada dokumen tersebut.

  • Vacuum Cleaner

UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry menyediakan vakuum cleaner yang gunanya untuk kebersihan ruangan perpustakaan, membersihkan buku dan tempat penyimpanan buku. Hal itu dilakukan secara rutin setiap seminggu sekali untuk mencegah kerusakan buku karena banyak debu-debu berterbangan di rak. Bila buku sudah rusak atau buku tersebut agak rapuh maka tidak dilakukan vakuum cleaner namun dilakukan dengan cara menggunakan kuas halus agar debu pada buku tersebut mudah lepas. Dengan adanya vakuum cleaner di perpustakaan maka cleaning service pun akan merasa keringanan dalam berkerja sebab daya hisabnya kuat sehingga debu bisa di kuras dengan sempurna.

  • Lemari pengaman

Lemari yang dimaksudkan disini adalah lemari kaca yang gunanya untuk melindungi bahan pustaka dari debu dan serangga. Di UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry lemari kaca tersebut digunakan untuk menyimpan CD/VCD serta buku-buku terpopuler yang sangat diminati oleh pemustaka dengan penataan yang sangat rapi sehingga semua pemustaka merasa tertarik saat berkunjung ke perpustakaan.

Selain lemari kaca menurut Darmono rak buku sebaiknya terbuat dari logam. Hindari menggunakan kayu karena kayu dapat mengundang serangga seperti rayap. Selain itu kayu juga dapat mengeluarkan asam organik yang berbahaya bagi bahan pustaka.[8]

  • AC ( Air Conditioning)

Salah satu cara untuk menjaga agar bahan pustaka tidak mudah rusak yaitu dengan memasang AC pada ruangan perpustakaan. Setiap perpustakaan pasti menginginkan adanya pemasangan AC  agar ruangan tertutup atau tidah masuk udara luar. Tujuan pemasangan AC menjaga kelembaban udara, mengurangi masuknya debu dan  mencegah adanya jamur pada buku terutama di ruang penataan bahan pustaka.

STRATEGI PELAKSANAAN PERAWATAN DAN PELESTARIAN

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari observasi dan wawancara bidang preservasi UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry bahwa strategi yang dilakukan oleh bidang preservasi tersebut merupakan tindakan preventif dan tindakan kuratif. Tindakan preventif ini  merupakan tindakan pelestarian fisik yang paling utama untuk pencegahan seperti fumigasi, vakum, penyemprotan dan lainnya yang tujuannya untuk membasmi hama dan bahan pustaka tersebut bisa terjaga dari bahaya kerusakan dan tahan lama. Langkah dan tindakan kuratif yang dilakukan bidang preservasi UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry  dari hasil penelitian dikerjakan secara bertahap.

  1. Penggunaan Lem: Penggunaan tersebut dilakukan dengan cara memasukan lem kedalam mesin pemanas yang sudah tersedia lalu menunggu beberapa menit sehingga mudah untuk dilengketkan kelapisan bawah buku, cara ini juga perlu adanya pengalaman dalam melakukan teknik tersebut sehingga tidak kaku pada saat mengerjakannya.
  2. Laminasi: Yaitu melapisi bahan pustaka dengan kertas khusus atau tisue sebagai lapisan cover buku  agar bahan pustaka tersebut menjadi awet dan tahan lama. Cara melakukannya dengan membentangkan tisu sesuai dengan ukuran yang di butuhkan dan mengulaskan dengan cairan aceton. Dalam bukunya Made Ayu Wirayati bahwa Laminasi adalah teknik memperkuat kertas atau dokumen melalui pelapisan dua lembar tisue jepang pada permukaan kertas atau dokumen.[9] Laminasi tersebut bisa dilakukan secara manual dan juga dilakukan dengan menggunakan mesin khusus.
  3. Ekapsulasi: adalah salah satu cara melindungi kertas dari kerusakan yang sifatnya fisik, misalnya rapuh karena umur, pengaruh asam, karena dimakan serangga, kesalahan penyimpanan, dsb.
  4. Penjilidan: adalah salah satu cara menghimpun atau menggabungkan lembaran-lembaran atau benang jahitannya lepas kemudian dirapikan atau digunting sehingga menjadi satu. Prosedur penjilidan tersebut yaitu setiap bahan pustakaan yang akan di jilid dibuat lembar petunjuk, bila yang dilakukan penjilididan itu berupa buku maka dibuat diskripsi buku tersebut sehingga semua staff tahu mengenai nomor halaman yang perlu ditambah, diganti atau di perbaiki. Dan bila bahan pustaka itu berupa majalah maka harus ada catatan data majalah tersebut seperti volume dan nomor majalah yang akan dijilid. Data tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa judul buku atau majalah yang dikerjakan atau dijilid  sihingga mudah saat melakukan pelaporan.
  5. Setelah ke empat teknik itu dilakukan maka  bahan pustaka tersebut siap dilakukan bentuk fisik buku seperti pemasangan label buku, pemasangan magnit buku, dan juga sampul buku sehingga semua bahan pustaka kelihatan rapi.[10]

Kesimpulan:

Bahan pustaka merupakan unsur penting di sebuah unit perpustakaan, sehingga kita harus melestarikannya. Bahan pustaka itu sendiri meliputi  terbitan buku, berkala (surat kabar dan majalah), dan bahan audiovisual seperti audio kaset, video, slide dan sebagainya. Pelestarian disini adalah mengusahakan agar bahan pustaka yang kita kerjakan tidak cepat mengalami kerusakan. Perawatan dan pelestarian bahan pustaka dilakukan untuk menyelamatkan nilai informasi dokumen, menyelamatkan fisik dokumen, mengatasi kendala kekurangan ruang, dan mempercepat perolehan informasi. Perawaan dan pelestarian bahan pustaka di UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry dilakukan dengan cara Laminasi, ekapsulasi dan penjilidan dan dilakukan secra bertahap. Sedangkan fungsinya melindungi, pengawetan, kesehatan, pendidikan, kesabaran, sosial, ekonomi, dan keindahan. Serta unsur penting dalam pelestarian bahan pustaka meliputi manajemen, tenaga yang merawat bahan pustaka, laboratorium, dan dana.

Daftar pustaka

Depdiknas, Perpustakaan perguruan tinggi, (Departemen pendidikan nasional jenderal pendidikan tinggi, tahun 2004).

Sujana, Yanti G, Pengadaan Bahan Pustaka, Perawatan dan penyiangan bahan pustaka ( Jakarta : Universitas terbuka, tahun 1993 )

Wirayati Made Ayu, Pedoman teknis pelestarian bahan pustaka, ( Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, Tahun 2014 )

Sumber informasi bagian Preservasi UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry Ibu Dra.Zulaikha dan bapak Hasanuddin, S.Pd.I selaku petugas bidang tersebut pada hari Rabu tanggal 03 Maret 2021 pukul 03.05 WIB.

Darmono. Manajemen dan Tata kerja Perpustakaan Sekolah, ( Jakarta: Grasindo 2001)


[1] Gardjito. (1991). Preservation and Conservation of library materials in tropical countries with particular   reference to the National Library of Indonesia. Tesis untuk memperoleh gelar master bidang Library Science di Loughborough University

[2] Sulistiyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 1991).Hlm.271

[3] Karmi Martoadmojo, Materi pokok pelestarian bahan pustaka, jakarta 1993, hal. 15

[4] Depdiknas, Perpustakaan perguruan tinggi, (Departemen pendidikan nasional jenderal pendidikan tinggi, tahun 2004 ) hal.63

[5] Martoatmodjo, Karmidi. Pelestarian Bahan Pustaka. (Jakarta : Universitas Terbuka tahun 1993 hal.6-7)

6 Hamel, prahald , Strategi Ekonomi. (Jakarta: Grasindo, tahun 2006.hal 154)  

[7] Sujana, Yanti G, Pengadaan Bahan Pustaka, Perawatan dan penyiangan bahan pustaka, Modul 6 ( Jakarta : Universitas terbuka, tahun 1993, hal.186 )

[8] Darmono. Manajemen dan Tata kerja Perpustakaan Sekolah. Grasindo, Jakarta: 2001, Hal 81

[9] Wirayati Made Ayu, Pedoman teknis pelestarian bahan pustaka,( Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, Tahun   2014, Hal.27 )

[10] Sumber informasi bagian Preservasi UPT. Perpustakaan UIN Ar-Raniry Ibu Dra.Zulaikha dan bapak Hasanuddin, S.Pd.I selaku petugas bidang tersebut pada hari Rabu tanggal 03 Maret 2021 pukul 03.05 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 11 =