Tasyakuran Hari Pustakawan dan HUT IPI Ke-48 serta Peluncuran Buku Warna Warni Cerita Pustakawan Di Masa Pandemi

Tanggal 7 Juli merupakan hari yang bermakna bagi para pustakawan Indonesia.  Tanggal tersebut setiap tahun diperingati sebagai hari pustakawan sekaligus hari lahir Ikatan Pustakawan Indonesia. Pada Rabu (07/07), Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia memperingati ulang tahun ke-48 Ikatan Pustakawan Indonesia dengan cara yang unik yaitu secara daring. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus COVID-19 yang tengah mewabah. Ulang tahun ke-48 Ikatan Pustakawan Indonesia ditandai dengan silaturahmi pustakawan Indonesia dan  peluncuran  buku Warna Warni Cerita Pustakawan di Masa Pandemi.

Tasyakuran  dihadiri oleh para pengurus pusat dan perwakilan pengurus daerah Ikatan Pustakawan Indonesia dan para pustakawan. Tercatat, ada 300 pustakawan yang berasal dari seluruh Indonesia yang hadir di ruang zoom. Dengan dipandu oleh Triani Rahmawati, acara diawali dengan pembacaan Asta Etika Pustakawan oleh Robinson,SH.  lalu dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh  Dr. Ahmad Syawqi, S.Ag., SS., M.Si. Peringatan Hari Lahir IPI ke-48 yang biasanya ditandai dengan pemotongan tumpeng kali ini juga berbeda. Kali ini perayaan HUT Ikatan Pustakawan Indonesia ditandai dengan peluncuran  buku Warna Warni Cerita Pustakawan di Masa Pandemi yang disampaikan oleh Niswa Nabila. Seusai simbolis peluncuran buku yang saat ini sudah dapat diakses pada portal IPI, acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PP IPI. Dalam pidato pembukaannya, Ketua Umum PP-IPI, T. Syamsul Bahri, SH., M.Si. menyampaikan bahwa IPI saat ini sudah memasuki usia yang matang dalam berkiprah sebagai organisasi dan berperan aktif dalam bidang perpustakaan dan kepustawanan. Acara kemudian dilanjutkan dengan menampilkan berbagai video tentang kegiatan yang telah dilaksanakan PP IPI dan PD IPI.

Acara ini juga menghadirkan tiga orang narasumber  yang merupakan para Pembina Pusat IPI. Narasumber pertama, Drs. Supriyanto Prabowo, M.Si menyampaikan selayang pandang sejarah perjalanan IPI dan kisah perjuangan IPI di masa lalu dalam memperjuangkan kesejahteraan perpustakaan dan penghargaan pustakawan sebagai profesi.  Materi berikutnya dari mantan kepala Perpustakaan Nasional sekaligus Pembina Pusat  IPI, Dra. Sri Sularsih, M.Si. Dalam paparannya Sri Sularsih mengajak para pustakawan untuk bersiap menyongsong Indonesia Emas 2045, dengan membekali diri dengan pengetahuan dan teknologi agar mampu menciptakan generasi emas dan unggul. Dr. Zulfikar Zen, MA menutup jajaran narasumber pada acara silaturahmi pustakawan dengan materinya tentang penggalian makna asta etika pustakawan. Di akhir materi  Zulfikar berpesan bahwa pustakawan harus berilmu, beramal dan beretika. Selepas materi acara diisi dengan aksi pengurus daerah yang diwakili oleh Ketua PD IPI Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Oom Nurrohmah, M.Si. dan Ketua PD IPI Provinsi Aceh, Musa, S.IP, M.LIS.

Penulis : Suharyanto dan Niswa Nabila SBA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 5 =