Perkembangan Teknologi Informasi saat ini membawa dampak perubahan masyarakat dalam mendapatkan dan memanfaatkan informasi dalam memenuhi kebutuhannya. Perubahan perilaku masyarakat ini secara adaptif diikuti perkembangannya oleh perpustakaan. Untuk itu, pustakawan sebagai mitra dan pendamping masyarakat dalam pemenuhan informasi perlu mengikuti perkembangan teknologi informasi sehingga masyarakat selalu menjadikan perpustakaan dan pustakawan sebagai mitra pembelajaran mereka.
Peraturan Pemerintah Pelaksanaan UU Perpustakaan (PP Nomor 24 Tahun 2014) menyatakan layanan perpustakaan terbagi menjadi dua, yaitu layanan teknis dan layanan pemustaka. Layanan teknis merupakan layanan dibalik layar berupa pengadaan koleksi dan pengolahan koleksi. Sementara layanan pemustaka adalah layanan yang berinteraksi langsung dengan pemustaka (dalam konteks perpustakaan perguruan tinggi, pemustaka adalah mahasiswa dan dosen) terdiri atas layanan sirkulasi dan layanan referensi.
Layanan sirkulasi adalah layanan meminjamkan bahan perpustakaan dan menerima pengembalian pinjaman. Layanan ini bersifat teknis administratif. Saat ini, layanan sirkulasi dapat saja digantikan dengan mesin peminjaman dan pengembalian mandiri.
Layanan referensi merupakan layanan yang memungkinkan pemustaka bertanya kepada pustakawan terkait pemenuhan kebutuhan informasi. Layanan ini merupakan layanan profesional dari sebuah perpustakaan yang akan memberikan nilai lebih perpustakaan. Layanan referensi tidak bersifat teknis administratif. Meskipun sudah terdapat katalog online, koleksi online, sumber informasi di internet, mesin pencari yang canggih, dan hal-hal terkait namun tidak semua dapat menelusur untuk menemukan literatur yang dibutuhkannya. Paling tidak mahasiswa (dan juga dosen) berawal dari tidak mampu menelusur informasi yang dibutuhkan untuk keperluan tugas kuliah. Layanan referensi atau lebih familiar dengan sebutan tanya pustakawan menjadi solusi atas permasalahan tersebut.
Layanan Referensi pun makin berkembang dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam bentuk layanan referensi virtual. Masyarakat dan pustakawan dapat saling berkomunikasi untuk pemenuhan kebutuhan informasi secara virtual. Mulai dari kontak perdana untuk pertanyaan referens, pemetaan terhadap kebutuhan informasi, penelusuran informasi sampai penyajian informasi dan kemas ulang informasi dilakukan secara virtual.
Untuk itu, sebagai upaya PP IPI memperkuat kompetensi pustakawan dalam memberikan layanan prima kepada pemustaka, PP IPI menyelenggarakan workshop Layanan Referensi Virtual.
Tujuan
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada pustakawan dan pengelola perpustakaan dan pegiat literasi dalam mengembangkan layanan referensi virtual dalam pemenuhan kebutuhan informasi dan pembelajaran bagi pemustakanya.
Sasaran
- Peserta memiliki pengetahuan dalam pengembangan layanan referensi virtual.
- Adanya bahan untuk penyusunan penerbitan Layanan Perpustakaan
PELAKSANAAN
- Nama Kegiatan
Workshop Layanan Referensi Virtual
- Waktu dan Tempat
Waktu : Pukul 09.00 s.d. 12.00 WIB, Rabu, 23 September 2020
Tempat : Webinar dengan fasilitas zoom meeting
- Materi
Materi Pengantar Utama
Layanan Referensi sebagai Tolok Ukur Keberhasilan Kinerja Pustakawan dan Perpustakaan dalam Memberikan Layanan Prima
Paparan ini akan dibawakan oleh nara sumber selaku keynote speaker menjadi materi kunci dan pembuka untuk menggambarkan betapa pentingnya pustakawan memiliki kompetensi yang mumpuni berkaitan dengan pengembangan Layanan Referensi di Perpustakaan. Nara sumber diharapkan dapat menggambarkan Layanan Referensi menjadi layanan utama perpustakaan karena berhubungan langsung fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi terpercaya dan menjadi rujukan dalam penelitian, pendidikan dan pengembangan pengetahuan bagi masyarakat.Selain itu, nara sumber dapat menggambarkan besaran bobot penilaian kinerja perpustakaan dalam melakukan dan mengembangkan Layanan Referensi di Perpustakaan.
- Konsep Layanan Referens dan Mengenali Kebutuhan Informasi Pemustaka Melalui Pertanyaan Referensi Secara Virtual
Materi ini membahas mengenai konsep-konsep layanan referens yang perlu dipahami secara mendalam di era digital saat ini. Kemudian, membahas mengenai strategi yang perlu dikuasai oleh pengelola perpustakaan dalam menggali kebutuhan informasi yang diperlukan oleh pemustaka atau masyarakat pengguna.
- Sumber Informasi dan Penelusuran Informasi Digital
Materi ini membahas mengenai berbagai sumber informasi yang dapat digunakan oleh pengelola perpustakaan dalam upaya menjawab pertanyaan referensi dan kebutuhan informasi pemustaka. Selain itu, mengupas pula strategi dan teknik penelusuran informasi yang tersedia secara digital, baik itu yang sudah tersedia di situs internet maupun yang harus berlangganan. Selain itu, nara sumber diharapkan dapat mengulas mengenai kerja sama antar perpustakaan dan pustakawan agar dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustakanya.
- Penyajian Informasi dan Teknik Komunikasi Virtual
Materi ini mengulas penyajian informasi yang tepat dalam bentuk virtual sehingga pemustaka dapat memanfaatkan informasi yang disajikan dengan baik. Selain itu, teknik komunikasi yang perlu dibangun pengelola perpustakaan sehingga pemustaka dapat memanfaatkan layanan referensi virtual secara aktif dan mengajak masyarakat pengguna perpustakaan lainnya memanfaatkan layanan ini dengan baik.
- Keynote Speaker, Nara Sumber dan Moderator
Keynote Speaker
Drs. Supriyanto, M.Si.
Pembina Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia
Nara sumber terdiri dari:
- Utami Budi Rahayu
Kepala Perpustakaan UI/Ketua II PP IPI
- Imam Budi Prasetiawan
Pustakawan Binus University/Ketua FPPTI Pusat/Ketua ISIPII
- Arief Wicaksono
Pustakawan Ahli Madya Perpustakaan Nasional RI/Pengurus PP IPI/Managing Editor Jurnal IPI
Moderator: Mariska, Pustakawan Perpustakaan Nasional RI
Link Pendaftaran: http://bit.ly/ReferensiVirtual
Donasi : Rp.50.000,-
Transfer ke BRI Rek: 0261-01-001666-30-8 a.n.PP-Ikatan Pustakawan Indonesia
Informasi lebih lebih lanjut hubungi sdr. Erwin Kamil: 082112588411.
