Oleh
Utami B. R. Hariyadi, Suharyanto, Rizky Catur Utama
Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (PP IPI) pada hari Selasa tanggal 7 Juli 2020 menyelenggarakan acara peringatan Hari Pustakawan Indonesia dan Hari Ulang Tahun ke-47 IPI di Gedung Layanan Perpustakaan Nasional, Jakarta. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pustakawan: masa lalu, sekarang, dan yang akan datang” dan dipandu oleh pustakawan Perpustakaan Nasional RI Rifa Fadilah, S.Sos. sebagai pembawa acara. Acara dibuka dengan pembacaan doa oleh Wakil Ketua Umum PP IPI Dr. Zulfikar Zen, M.A. dan laporan penyelenggaraan acara dari Ketua I PP IPI Robinson Rusdi, S.H. selaku Ketua Panitia serta sambutan yang diberikan oleh T. Syamsul Bahri, S.H., M.Si. selaku Ketua Umum PP IPI dan Kepala Perpustakaan Nasional RI Drs. Muhammad Syarif Bando, M.M. selaku Ketua Pembina PP IPI.
Pada laporan penyelenggaraan acara disampaikan bahwa masyarakat yang mendaftarkan diri dalam acara ini meliputi pustakawan, dosen, mahasiswa, asosiasi, dan pegiat literasi sebanyak 2067 peserta. Adanya keterbatasan jumlah partisipan pada ruang daring Zoom yang hanya membuat 500 peserta, maka sebagian besar pendaftar diarahkan untuk menyaksikan secara langsung melalui YouTube https://www.youtube.com/watch?v=zspnsXGnI_4.
Dalam sambutannya ketua umum Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia, Syamsul Bahri mengatakan bahwa IPI terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi pustakawan di seluruh Indonesia dalam menyelenggarakan perpustakaan antara lain pada tahun 2020 PP IPI telah mempersiapkan webinar series yang melibatkan pengurus pengurus daerah. Berbagai topik yang akan dibahas pun merupakan hal-hal yang bersifat pengembangan keilmuan perpustakaan dan informasi, kebijakan-kebijakan di bidang perpustakaan, sampai ke topik bahasan yang bersifat best practice, seperti layanan perpustakaan di masa pandemi, pemanfaatan teknologi informasi, perpustakaan digital, transformasi perpustakaan, layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, literasi informasi untuk kesejahteraan, dan topik-topik menarik lainnya yang sangat relevan dengan situasi terkini dan pengembangan keahlian dan kompetensi pustakawan Indonesia.
Peningkatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan dari masyarakat. tema Pustakawan: masa lalu, kini dan yang akan datang, tema yang kita pilih memiliki spirit untuk maju menyongsong masa depan yang sangat dinamis dan berubah cepat tanpa meninggalkan pemahaman akan nilai-nilai dan karakter dasar organisasi yang dibangun oleh pustakawan senior di masa lampau, dikembangkan terus-menerus oleh pustakawan di masa kini sekaligus mempersiapkan diri dan membangun kader-kader muda yang akan menjadi penerus praktik kepustakawanan Indonesia di masa datang, memperkenalkan dan membawa nama harum Indonesia ke dunia internasional, menjadi organisasi profesi yang dikenal di tingkat nasional, regional, dan internasional.
Syarif Bando menekankan bahwa pustakawan baik di tingkat pusat maupun daerah agar lebih aktif memberikan kontribusi untuk memajukan negara. Pustakawan perlu memastikan masyarakat mendapatkan kemudahan akses informasi dalam menghadapi sejumlah isu-isu nasional. Usai sambutan, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh T. Syamsul Bahri untuk diserahkan kepada Muhammad Syarif Bando dengan disaksikan oleh jajaran Pembina PP IPI.
Acara dilanjutkan dengan Seminar Internasional Kepustakawanan yang dimoderatori oleh Ketua II PP IPI Utami B. R. Hariyadi, M.Lib., M.Si. Webinar menghadirkan tiga pembicara dari bidang kepustakawanan yaitu, Pembina PP IPI Prof. Dr. Sulistyo-Basuki, Presiden IFLA Christine Mackenzie, dan Ketua PD IPI Kalimantan Selatan Dr. Ahmad Syawqi. Dalam paparannya, Prof. Sulistyo banyak menjelaskan mengenai perjalanan asosiasi kepustakawanan di Indonesia bahkan sebelum berdirinya IPI pada tanggal 7 Juli 1973. Sementara untuk ke depan, IPI diharapkan dapat lebih mandiri dan terlepas dari dominasi Perpustakaan Nasional serta berkontribusi dalam pembuatan sejumlah pedoman dan standar dalam bidang kepustakawanan.
Pembicara kedua, Christine, memberikan penjelasan mengenai esensi dari keberadaan asosiasi profesi pustakawan, yaitu fungsi perluasan jaringan dan pengembangan profesionalisme pribadi pustakawan, fungsi advokasi dan legislasi pada tingkat nasional, serta fungsi advokasi global dan praktek profesional pada tingkat internasional. Sementara Dr. Syawqi banyak memaparkan tentang pentingnya perpustakaan dan pustakawan untuk bertransformasi mengikuti perkembangan yang ada. Pustakawan tidak hanya mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, tetapi juga memiliki tujuan untuk memastikan bahwa wawasan masyarakat penggunanya terus meningkat. Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai religius untuk memotivasi diri dalam menjalani pekerjaan sebagai pustakawan.
Peringatan HUT IPI ditutup oleh Koordinator Pustakawan Perpustakaan Nasional RI Drs. Dedi Junaedi, M.Si. Acara dihadiri juga oleh jajaran pengurus dan pembina PP IPI di Gedung Layanan Perpustakaan Nasional, diikuti oleh 500 orang dalam ruang daring Zoom Ikatan Pustakawan Indonesia, serta disaksikan secara langsung oleh lebih dari 1.000 orang di kanal YouTube Perpustakaan Nasional RI. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan materi dari pembicara, dapat mengunduhnya di alamat bit.ly/materi-webinar-ipi. Sementara bagi yang ingin menyaksikan acara peringatan HUT ke-47 IPI secara keseluruhan, dapat mengaksesnya pada alamat bit.ly/webinaripi07072020. (RCU)
Pemberitaan Peringatan HUT IPI ini juga dimuat di 25 media online antara lain media www.liputan6.com, www.inews.id, www.rakyatpos.com, www.sindonews.comwww.republika.co.id , www.harianaceh.co.id, www.fajarpendidikan.co.id, www.harianaceh.co.id, dll, nya.
Versi Inggris dapat diakses melalui : https://www.ifla.org/node/93498

