Hari Pustakawan: Momentum Memperkuat Peran Strategis Pustakawan, Menguatkan Literasi Masyarakat dan Mendukung Pelestarian Khazanah Budaya Bangsa

Di masa gelombang kedua pandemi Covid 19 melanda, dimana media pesan singkat dan media sosial dipenuhi dengan pesan duka cita dan doa-doa kesembuhan, masih saja ada pesan-pesan hoax berseliweran, seperti pesan antivaksin, atau pesan salah mengenai cara menjalani protokol kesehatan. Dengan kondisi seperti ini, masyarakat akan mengalami apa yang disebut dengan banjir informasi. Bila tidak memiliki kemampuan literasi informasi, yang akan terjadi adalah kebingungan, karena masyarakat  tidak memiliki kemampuan untuk mencari sumber yang bisa dipercaya, menyaring mana informasi yang benar dan mana yang hoax.

Sudah menjadi tugas pustakawan untuk mendampingi masyarakat dalam perjuangan melawan berita hoax dan mengadvokasi literasi informasi. Pustakawan, baik yang berada di perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan perguruan tinggi, terus mengembangkan pelatihan-pelatihan kompetensi literasi informasi secara daring maupun luring. Melalui pelatihan-pelatihan literasi informasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi terjebak dengan hoax dan dapat memahami kebutuhan informasi yang diperlukannya, memiliki kemampuan penelusuran informasi yang handal, dan dapat memanfaatkan informasi yang dibutuhkannya tersebut untuk memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Dengan peran strategis ini, pustakawan perlu mengembangkan dirinya, agar bisa terus melayani masyarakat sesuai zamannya.

Pada tanggal 7 Juli, yang diperingati sebagai Hari Pustakawan dan juga Hari Lahir Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Pustakawan diminta untuk terus belajar dan senantiasa berkolaborasi untuk peningkatan kompetensi dan layanan bagi masyarakat. Hal ini sesuai dengan pesan T. Syamsul Bahri, SH., M.Si., Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia, pada pembukaan beliau menyatakan bahwa pustakawan di Indonesia, walau di tengah masa pandemi perlu terus melakukan peningkatan profesionalitas. Harapannya, profesionalisme pustakawan bisa terus meningkat dan selalu adaptif memberikan layanan dan jasa perpustakaan.

Peserta Tasyakuran Hari Pustakawan dan HUT IPI Ke-48

Sebetulnya, peringatan Hari Pustakawan dan HUT IPI ke 48 tahun akan diselenggarakan secara Hybrid, dengan mengundang Bapak Kepala Perpustakaan Nasional untuk membuka kegiatan dan Bapak Dr. Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek, yang akan menjadi pembicara kunci. Akan tetapi, dengan adanya kebijakan pemerintah terkait pembatasan kegiatan masyarakat, maka kegiatan ini terpaksa dijadwalkan ulang, sambil menunggu kondisi menjadi lebih stabil.

Walaupun demikian, tetap pada tanggal 7 Juli 2021, Pengurus Pusat mengundang para Pengurus Daerah untuk bersilaturrahmi dan bersyukur bersama, walaupun dengan segala keterbatasan. Sebetulnya ini adalah salah satu contoh pustakawan adaptif, yang segera bisa menyesuaikan kondisi untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Walaupun rencana awalnya ingin mengundang lima ribu pustakawan dari seluruh Indonesia, karena masalah teknis, kegiatan ini dirubah menjadi fully virtual dengan peserta yang dibatasi pada tiga ratus orang saja, dengan pembicara dari Pengurus Pusat dan Pembina, disertai peluncuran buku “Warna Warni Cerita Pustakawan di Masa Pandemi” dan pengumuman lomba infografik dengan tema “Asta Etika Pustakawan”.

Bertindak sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah Bapak Supriyanto Prabowo, yang memberikan materi terkait Sekilas Pandang Proses Kelahiran Ikatan Pustakawan Indonesia, Ibu Sri Sularsih yang memberikan materi terkait Pustakawan dan Ikatan Pustakawan Indonesia, kini dan nanti, serta Dr. Zulfikar Zen, yang memberikan materi terkait Etika Profesi Kepustakawanan. Selain para narasumber, berbicara juga perwakilan Pengurus Daerah yang memaparkan program dan keberhasilannya selama masa pandemi, yaitu dari PD IPI Jawa Barat dan PD IPI Banda Aceh.

Lebih lanjut T.Syamsul Bahri, meminta untuk seluruh pustakawan bersama-sama berkarya, berinovasi dan berbuat sebaik-baiknya sebagai ujung tombak dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadi The Guardian of Knowledge, yang terus melestarikan dan terlibat dalam perkembangan peradaban ilmu pengetahuan. Vivat Pustakawan Indonesia, Saya Bangga Menjadi Pustakawan.

Penulis: Dian Arya Susanti dan Kesekretariatan PP-IPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 2 =