Congress ofSoutheast Asian Librarians (CONSAL) merupakan Konferensi pustakawan se Asia Tenggara, dibentuk di Singapura pada tahun 1970. CONSAL merupakan sarana yang tepat untuk mengadakan tukar pengalaman dan tukar pikiran dalam mengembangkanpengetahuan tentang perpustakaan dan profesi pustakawan serta mengantisipasi perkembangan dunia perpustakaan dan kepustakawanan di masa depan. Consal diselenggarakan setiap 3 tahun sekali. Dan 1 tahun sekali untuk pertemuan Dewan Eksekutif Consal. atau dikenal dengan istilah Executive Board Meeting (EBM). Selama empat puluh sembilan tahun (1970-2019) Consal telah melaksanakan 17 kali pertemuan.
Latar belakang atas pendirian CONSAL diawali dengan pertemuan pada tahun 1969. Pertemuan dalam bentuk Konferensi tentang Bahan-Bahan Penelitian Asia Tenggara dilaksanakan di Puncak, Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh para cendikiawan, arsiparis, dan pustakawan negara-negara Asia Tenggara, yang terdiri dari negara Indonesia, Malaysia, Filifina, Singapura, dan Thailand. Dalam konferensi tersebut muncul gagasan pembentukan organisasi regional untuk negara-negara Asia Tenggara.
CONSAL secara resmi dibentuk melalui kolaborasi antara asosiasi perpustakaan Singapura dan Malysia. Konferensi CONSAL I diadakan di Singapura, 14-16 Agustus 1970. Konstitusi CONSAL berasal dari kesepakatan delegasi yang hadir yang terdiri dari Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filifina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Dalam tersebut, dihadiri pula beberapa negara di luar Asia Tenggara, seperti Australia, Cina, Inggris, dan Amerika Serikat sebagai pengamat. Kemudian, pada Konferensi CONSAL IV, pada tahun 1978, pertemuan ini menjadi Kongres CONSAL.
CONSAL bertujuan untuk membangun dan memperkuat hubungan antara pustakawan, perpustakaan, lembaga pendidikan ilmu perpustakaan, asosiasi perpustakaan, dan organisasi terkait dengan bidang perpustakaan. Tujuan kedua yaitu untuk mempromosikan kerja sama dalam pengembangan kepustakawanan, ilmu perpustakaan dan informasi, dokumentasi, informasi dan kegiatan terkait perpustakaan. Tujuan berikutnya yaitu bekerja sama dengan organisasi regional dan internasional serta institusi lainnya dalam mendukung usaha bersama dan kepentingan pustakawan dan perpustakaan di Asia Tenggara. Tujuan tidak kalah pentingnya yaitu menyediakan wahana untuk berbagi dan bertukar informasi dan pengalaman tentang masalah-masalah di bidang kepustakawanan, ilmu perpustakaan dan informasi, dokumentasi, informasi, dan layanan terkait dengan perpustakaan.
Salah satu upaya peningkatan manfaat atas keberadaan CONSAL, setiap negara anggota mengusulkan dan mengembangkan program-program bersama atau dilakukan oleh suatu negara anggota berkaitan dengan kepustakawanan di Asia Tenggara. Beberapa program regional yang telah dilaksanakan, seperti Daftar Master Microfilm Asia Tenggara, diedit oleh Winarti Partaningrat (1978); Direktori Pustakawan di Asia Tenggara, diedit oleh Marina, G. Dayrit dan Namnama P. Hidalgo (1980); dan Newsletter Mikrofilm Asia Tenggara, 1972-93, diedit oleh Institute of Southeast Asian Studies.
Kongres CONSAL diselenggarakan secara bergiliran menjadi tuan rumah. Kongres dilenggarakan umumnya setiap 3 tahun sekali. Dewan Eksekutif CONSAL terdiri dari 3 anggota nasional dari masing-masing negara anggota dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan CONSAL. Tugas Dewan Eksekutif ini terdiri dari memprioritaskan rekomendasi dan resolusi yang dihasilkan Kongres, mendokumentasikan catatan resmi dan keuangan CONSAL, serta melakukan tinjauan terhadap program, proyek dan kegiatan yang diselenggarakan CONSAL.
Pada Kongres CONSAL VI tahun 1983 di Singapura, salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah mempertimbangkan kelayakan membangun kembali CONSAL sebagai organisasi non-pemerintah ASEAN agar dapat menerima pendanaan potensial sebagai bagian dari divisi kebudayaan dan informasi ASEAN. Namun, langkah ini berarti negara anggota non-ASEAN hanya bisa menjadi anggota asosial CONSAL. Namun, dalam pertemuan berikutnya CONSAL VII disepakati bahwa CONSAL merupakan organisasi non-pemerintah dan tidak di bawah lingkup pemerintahan nasional di wilayah Asia Tenggara dan tidak berada di bawah lingkup ASEAN, SEAMEO atau organisasi regional lainnya. Berkaitan dengan hal ini, kemungkinan akan dibahas kembali dalam pertemuan di kamboja. Lalu, dalam CONSAL X tahun 1996, Brunei Darussalam bergabung, dan CONSAL XI tahun 2000, Kamboja, Vienam dan Laos ikut bergabung. Selanjutnya CONSAL XII tahun 2000, Myanmar ikut bergabung. Tinggal Timor Leste yang masih belum bergabung di wilayah Asia Tenggara.
Selama kurun waktu tahun 1970 sampai dengan tahun 2019, CONSAL telah melaksanakan 18 kali pertemuan. Berikut sekilas perjalanan CONSAL :
CONSAL I Singapura, 14-16 Agustus 1970. Tema: New prospects for Southeast Asians Cooperation.
CONSAL II Manila, 1-14 Desember 1973. Tema: Educationand Training for Librarianship.
CONSAL III Jakarta, 1-5 Desember 1975. Tema: Integrated Library and Documentation Services within the Framework or NATIS.
CONSAL IV Bangkok, 5-9Juni 1978. Tema: Regional Cooperation for the Development of National Information Services.
CONSAL V Kuala Lumpur, 25-29 Mei 1981. Tema: Access to Information.
CONSAL VI Singapura, 30 Mei-3 Juni 1983. Tema: The Library in the Information Revolution.
CONSALVII Manila, 12-21 Februari 1987. Tema: Libraries for Country side Development in Southeast Asia.
CONSALVIII Jakarta,11-14 Juni 1990. Tema: New Challenges in Library Services in the Developing World.
CONSAL IX Bangkok, 2-7 Mei 1993. Tema: Future Dimensions and Library Development.
CONSAL X Kuala Lumpur, 21-25 Mei 1996. Tema: Libraries in National Development.
CONSAL XI Singapura, 26-28 April 2000. Tema: Stepping into the New Millennium: Challenges for Library and Information Professionals.
CONSAL XII Bandar Sri Begawan, 20-23 Oktober 2003. Tema: Information Empowerment: Enhancing Knowledge Heritage.
CONSAL XIII . Manila, 25-30 Maret 2006. Tema: CONSAL at the Crossroads: Challenges for Greater Regional Cooperation.
CONSAL XIV Hanoi, 20-23 April 2009. Tema: Toward dynamic libraries and information services in Southeast Asian countries.
CONSAL XV Bali, 29-31 Mei 2012. Tema: National heritage; preservation and dissemination.
CONSAL XVI Bangkok, 10-13 Juni 2015 dengan tema: ASEAN Aspirations: Libraries for Sustainable Advancement
CONSAL XVII Myanmar, 2-5 Mei 2018 dengan tema: Next Generation Libraries: Collaboration and connect.
CONSAL XVIII : Direncanakan di Kamboja, Mei 2021
Sumber:
