Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (PP IPI) mewakili Perpustakaan Nasional RI dan Pustakawan di Indonesia mengikuti Pertemuan Tahunan 1st Executive Board Meeting, CONSAL XVIII, bertempat di Phnom Penh, Kamboja, 21 – 22 Juni 2019. Delegasi Indonesia dipimpin langsung Ketua Umum PP IPI, T. Syamsul Bahri yang mewakili Kepala Perpustakaan Nasional RI. Adapun PP IPI diwakili oleh Wakil Ketua Umum PP IPI, Dr. Zulfikar Zen, Sekretaris Jenderal, Farli Elnumeri, dan Ketua Komisi Penerbitan PP IPI, Suharyanto. Sesuai hasil Konferensi CONSAL XVII di Myanmar tahun 2018, periode 2018 – 2021 yang menjadi tuan rumah CONSAL XVIII yaitu Kamboja.
1st Executive Board Meeting Congress Southeast Asean Librarian Association (CONSAL) merupakan pertemuan tahunan Dewan Eksekutif CONSAL. Sesuai konstitusi CONSAL sebagai penyelenggara kegiatan adalah National Library of Cambodia dan Cambodian Library Association. Pertemuan dilaksanakan di Sun Way Hotel Phnom Phen, Kamboja pada tanggal 21 Juni 2019. Hari kedua, delegasi mengikuti kunjungan budaya ke Perpustakaan Nasional Kamboja, Perpustakaan Hun Sen yang merupakan Perpustakaan Pusat Royal University of Phnom Penh, Museum Nasional Kamboja, dan Istana Kerajaan Kamboja.
Pertemuan kali ini dihadiri oleh 10 negara yang terdiri dari Kepala Perpustakaan nasional dan Organisasi Profesi Pustakawan, yaitu Kamboja, Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Pertemuan dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan dan Kesenian Kamboja, Dr.Phoeurng Sackona. Dalam pembukaan, Ketua Umum Cambodian Library Association, Hok Sothik, melaporkan kegiatan CONSAL ini.
Setelah pembukaan, acara langsung dimulai dengan membahas agenda pertemuan yang telah disiapkan oleh Kamboja. Adapun susunan acara terdiri dari:
(1) Pengantar delegasi
(2) kesepakatan agenda bahasan
(3) Persetujuan atas notulensi pertemuan 3rd Executive Board Meeting of CONSAL XVII, Mei 2018, di hotel Mingalar Thiri, Navpyvitaw, Myanmar
(4) Persiapan untuk Kongres XVIII CONSAL tahun 2021; penetapan tanggal kongres, tema kongres, topik dan sub topik, pembicara Utama, tempat CONSAL XVIII dan pertemuan kedua Dewan ekesekutif tahun 2020, Perayaan, Registrasi pembiayaan, logo pertemuan CONSAL XVIII
(5) Perayaan 50 tahun CONSAL
(6) Laporan delegasi negara
(7) Kontitusi CONSAL.
Dalam pertemuan kali ini, delegasi Indonesia mengusulkan tema dala Kongres XVII CONSAL tahun 2021 berkaitan dengan Perpustakaan bebasis inklusi sosial. Dalam diskusi yang berjalan cukup panjang, tema yang diusung Indonesia menjadi perhatian utama sehingga tema besar Kongres yang akan datang berjudul “Libraries for all: Opportunities for Change” dengan salah satu sub tema utama, yaitu: “Social Inclusion in Library Services”. Delegasi Indonesia juga mengusung salah satu isu yang berkembang dikalangan Perpustakaan Khusus, berkaitan dengan Manajemen Data dan Tata kelola Data. Usul ini diterima pula dalam pertemuan dengan sub tema “Data dan Information Governance and Advocacy”. Tema ini akan diselaraskan kembali oleh tuan rumah, Kamboja.
Dalam pembahasan berkaitan dengan perayaan 50 tahun CONSAL dan usulan program setiap negara, Indonesia mengusulkan dua program yaitu:
- Profiles of Professional Organizations (Associations) of Librarians and Libraries in Southeast Asia”.
- the development of the CONSAL Documentation repository (CDR)
Kedua usulan ini diterima dengan sangat baik dan menjadi bagian dari perayaan 50 tahun CONSAL.
Adapun tempat penyelenggaraan Kongres XVIII CONSAL, Kamboja selaku tuan rumah mengusulkan Siem Reap sebagai tempat pelaksanaan acara. Siem Reap meruapakan kota budaya terkenal di Kamboja. Agar penyelenggaraan Kongres 2021 berjalan dengan baik, maka pertemuan 2nd Executive Board Meeting Congress Southeast Asean Librarian Association(CONSAL) dilaksanakan di Siem Reap.
Kesepakatan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah kesepakatan dibentuknya tim kecil yang terdiri dari 5 orang, untuk menyiapkan revisi Konstitusi CONSAL. Targetnya, pertemuan tahun 2020, tim kecil ini mempresentasikan revisi Konstitusi CONSAL sehingga dapat disepakati dalam Kongres 2021 mendatang. Tim kecil ini dipimpin delegasi dari Filipina, sedangkan Indonesia menjadi salah satu anggota tim, yaitu Dr. Zulfikar Zen.
