Ikatan Pustakawan Indonesia menyelenggarakan acara Rakerpus IPI XXII dan Seminar Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Harmoni One Batam, Kepulauan Riau, tanggal 7-10 Juli 2019. Tema seminar adalah “Pustakawan berkarya berbagi pengetahuan untuk kesejahteraan. Acara ini dibuka secara resmi dibuka oleh oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepualauan Riau, Bapak DR. H. TS Arif Fadillah, S.Sos, M.Si dan pembicara utama oleh Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc.
Rangkaian upacara pembukaan diawali dengan Laporan Ketua panitia, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau Bapak Drs. Amir Husin, MM. yang menyebutkan tujuan dari kegiatan ini, yaitu :meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pustakawan Indonesia agar mampu memberikan layanan prima, memperkuat jalinan silaturahmi sesame pustakawan Indonesia sekaligus berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta tidak kalah penting memperluas wawasan dalam pengelolaan perpustakaan. Ketua panitia juga menyebutkan bahwa acara ini dihadiri oleh 550 orang peserta.

Selanjutnya acara diisi dengan sambutan dari Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia, Bapak Syamsul Bahri dan sambutan Kepala Perpustakaan Nasional RI,Bapak Muh. Syarif Bando.

Dalam sambutannya Ketua Umum IPI menyatakan bahwa Tema seminar yang dipilih dalam rangka mendukung prioritas pembangunan nasional bidang perpustakaan tahun 2019 dengan kegiatan penguatan literasi melalui pemerataan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Dikatakan juga bahwa kegiatan Rakerpus dan seminar ilmiah ini merupakan kegiatan yang pertama kali yang dilakukan oleh pengurus PP IPI periode 2018-2021 sekaligus bertepatan dalam rangka hari jadi Ikatan Pustakawan Indonesia yang ke 46. IPI terbentuk pada tanggal 7 Juli 1973 di Bogor. Ketua umum IPI juga menyampaikan berkaitan dengan pelayanan informasi, pustakawan pun dituntut untuk memiliki kemampuan memberikan layanan prima sesuai dengan kebutuhan dan kultur pemustakanya. Pustakawan juga harus menunjukkan profesionalitasnya dalam mengelola dan memberikan layanan yang terbaik bagi pemustakanya.
Dalam acara pembukaan, para pejabat dan tamu kehormatan bersama-sama merayakan hari pustakawan dan ulang tahun IPI dengan tumpengan, serta pemberian cendera mata.

Adapun Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, sebagai pembicara utama dalam Seminar Ilmiah Nasional, menyatakan saat ini ketika memasuki era revolusi industri 4.0 maka yang dibutuhkan empati. Saat ini Guru dan dosen tidak lagi yang paling pintar dalam kelas, namun lebih sebagai fasilitator karena pengalamannya mengarahkan siswa dan mahasiswanya agar dapat memahami pengetahuan yang dibutuhkannya. Model pembelajaran pun dalam bentuk eksprerimen dan berkolaborasi sesama siswa sehingga diharapkan ketika selesai studi dia memiliki kemampuan untuk saling bekerjasama dalam menghadapi kehidupan. Beliau mengangkat konsep pendidikan di wilayahnya yaitu active learning.
Penulis: Suharyanto
